Kejinya, hal itu dilakukan pelaku setelah membekap Tiwi hingga ia kehilangan nyawanya. Setelah melakukan tindakan kejamnya itu, Aditya Hanafi langsung kembali ke Ternate untuk melangsungkan pernikahan dengan Almira pada 27 Juli.
Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti, Aditya Hanafi ditangkap pada 5 Agustus 2025 oleh tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara bersama dengan anggota Polsek Maba Selatan. Selain menangkap Aditya Hanafi, polisi juga memeriksa Almira. Dalam kasus pembunuhan ini, Almira akan dimintai keterangan terkait kepemilikan akses ke rumah dinas yang ia tinggalinya bersama korban.
Sebagai informasi, Tiwi ditemukan tak bernyawa di rumah dinas BPS Halmahera Timur pada Kamis (31/7/2025) waktu setempat, usai rekan kerjanya merasa curiga lantaran korban tak kunjung masuk kantor. Kasat Reskrim Polres Halmahera Timur, Iptu Ray Sobar, menduga kuat korban telah meninggal dunia dua minggu sebelum ditemukan.
Demikian tadi ulasan seputar siapa Aditya Hanafi pembunuh Tiwi BPS Haltim. Diketahui Hanafi dan Tiwi adalah rekan kerja di BPS Halmahera Timur.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Pegawai BPS Haltim Dibunuh Rekan Kerja, Masih Sempat Menikah hingga Berpura-pura Jadi Korban
-
Gaduh Data Ekonomi RI Hingga PBB Diminta Lakukan Investigasi
-
Jumlah Harta Kekayaan Amalia Adininggar Widyasanti Bertambah Banyak saat Jadi Pejabat BPS
-
Data BPS Diragukan, CELIOS Kirim Surat Investigasi ke PBB, Ada Indikasi 'Permainan Angka'?
-
Ekonomi Tumbuh, tapi Rakyat Masih Susah: Kontradiksi Pembangunan Indonesia
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan