Lebih dari sekadar pembelaan, Dedi Mulyadi mengungkap filosofinya dalam bermedia sosial. Ia tidak ingin terjebak mengikuti arus atau sekadar menjadi pengekor. Ia memilih jalannya sendiri untuk menjadi penentu tren.
"Kenapa sih mempengaruhi pikiran publik? Karena saya dulu bermedia sosial itu tidak mau mengikuti arus. Saya tidak mau jadi follower. Saya ingin menjadi trend setter," tegasnya.
Baginya, reaksi negatif atau ketidaksukaan publik atas kontennya yang dianggap "kembali ke zaman batu" bukanlah masalah. Ia meyakini pentingnya edukasi melalui medium apa pun, meski harus berhadapan dengan cibiran.
"Orang mau benci, mau tidak suka terhadap apa yang saya tampilkan tidak ada masalah. Tetapi saya ingin di media sosial itu ada orang yang bekerja mengedukasi publik tentang berbagai hal," ujar KDM.
Persoalan dari edukasi yang disampaikannya itu ternyata menimbulkan reaksi negatif, ketidaksukaan dianggap kembali ke zaman batu tidak menjadi masalah bagi Dedi.
"Bagi saya enggak ada urusan. Walaupun disuruh kembali ke zaman batu, tetap batu diperlukan. Bangun rumah harus pakai batu, masak juga ada yang pasti pakai batu," ujarnya.
Berita Terkait
-
Kebijakan Dedi Mulyadi Tuai Polemik, Aturan Rombel Berakhir ke PTUN
-
Perang Rombel di Jabar: Sekolah Swasta Gugat Dedi Mulyadi, Kadisdik Yakin Menang, Ini Alasannya!
-
Menanti Hasil Tes DNA Yang Akan Tentukan Nasib Ridwan Kamil dan Lisa Mariana
-
4 Fakta Panas Gugatan Sekolah Swasta vs Dedi Mulyadi yang Wajib Kamu Tahu
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung
-
Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun
-
Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung
-
Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta
-
4 Shio Beruntung Besok 15 Agustus 2026, Akhir Pekan Dipenuhi Energi Positif
-
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia
-
Bansos, PKH, Hingga Subsidi KUR Masih Ada di 2027, Anggarannya Rp549,9 T
-
Prabowo Ingin Bahasa Asing Sejak SD, DPR: Jangan Semua Wajib, Biarkan Siswa Memilih
-
Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi