Suara.com - Polemik lawas mengenai keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terus jadi gunjingan. Kali ini, Analis Politik dan Militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, mendorong isu ini keluar dari ranah administratif semata dan menempatkannya sebagai pertaruhan moral dan peradaban bangsa.
Menurut Ginting, persoalan ini bukan lagi sekadar soal pembuktian selembar kertas, melainkan telah menyentuh urat nadi kejujuran dan integritas kepemimpinan nasional.
Ia menilai, jika isu krusial ini terus dibiarkan mengambang tanpa penyelesaian yang transparan dan memuaskan publik, maka seluruh nilai moral yang diajarkan dalam sistem pendidikan Indonesia berisiko kehilangan esensinya.
Secara gamblang, ia menyuarakan kekhawatiran bahwa preseden ini dapat merusak fondasi pendidikan karakter bagi generasi mendatang.
“Kalau memang benar ijazah itu tidak perlu dipersoalkan, maka sebaiknya kurikulum tentang moral, akhlak, dan kejujuran di sekolah hingga universitas ditutup saja. Sebab, hal ini menyangkut peradaban bangsa untuk anak cucu kita,” ujar Selamat Ginting, seperti dikutip dari podcast Madilog, Jumat (15/8/2025).
Untuk mengakhiri segala spekulasi yang terus bergulir dan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik yang semakin dalam, Ginting mengusulkan langkah-langkah yang terbilang ekstrem namun dianggapnya perlu.
Ia menyarankan agar Presiden Jokowi secara sukarela menempuh serangkaian uji forensik dan psikologis yang terbuka untuk publik.
Langkah ini, menurutnya, adalah satu-satunya cara untuk memberikan kepastian mutlak dan membungkam keraguan secara permanen.
Ia bahkan merujuk pada Undang-Undang Kesehatan Jiwa sebagai salah satu dasar untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan secara objektif.
Baca Juga: Jengkel Ijazah Sahabatnya Dituding Palsu, Mustoha: Saya Tahu Persis Jokowi dari Kuliah hingga Wisuda
“Kalau perlu, tes forensik, lie detector, dan pemeriksaan psikologis dilakukan secara terbuka agar publik mendapat kepastian,” tegasnya.
Lebih jauh, Ginting memperingatkan bahwa dampak dari ketidakjelasan ini tidak hanya akan terasa di dalam negeri. Ia khawatir isu ini dapat menjadi preseden buruk yang berpotensi meluas hingga ke panggung internasional, merusak citra dan kredibilitas Indonesia.
Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Selamat Ginting telah menegaskan bahwa kasus ini harus dikawal secara serius oleh seluruh elemen masyarakat.
Ia bahkan mengaitkan penyelesaian kasus dugaan ijazah palsu ini dengan konsekuensi politik yang sangat serius, termasuk kemungkinan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka jika ditemukan adanya pelanggaran fundamental yang berkelindan dengan isu ini.
"Ikut mendorong penyelesaian kasus-kasus dugaan ijazah palsu dan juga pemakzulan terhadap Gibran," ujar Ginting saat hadir dalam podcast Abraham Samad, dikutip pada Jumat (1/8/2025).
Ginting secara tegas mengklasifikasikan polemik ini bukan sebagai pelanggaran administrasi biasa. Baginya, ini adalah dugaan kejahatan serius yang menyerang langsung jantung konstitusi negara.
Tag
Berita Terkait
-
Jengkel Ijazah Sahabatnya Dituding Palsu, Mustoha: Saya Tahu Persis Jokowi dari Kuliah hingga Wisuda
-
Momen Hangat Prabowo dengan Cucu Jokowi di Istana: Peluk Jan Ethes dan Cium La Lembah
-
Dua Jempol SBY dan Sapaan Jokowi-Iriana di Momen Upacara Kemerdekaan di Istana
-
Megawati Pilih Partai daripada Istana di Hari Kemerdekaan
-
Panggung Istana Tanpa Megawati: SBY dan Jokowi Hadir di HUT ke-80 RI, Ketua Umum PDIP Pilih Absen
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini