News / Nasional
Senin, 18 Agustus 2025 | 14:46 WIB
Profil Gustika Jusuf Hatta. (Instagram/gustikajusuf)

"Merayakan adalah memanjatkan doa dan harapan, sebagaimana makna kain slobog itu sendiri, yang mengingatkan pada batas antara yang pergi dan yang tinggal, yang dimaknai sebagai doa akan keselamatan dalam "peralihan." Simbol bahwa dari duka pun kita bisa menyemai harapan," jelasnya.

Profil Gustika Jusuf Hatta

Cucu Bung Hatta ini memiliki nama lengkap Gustika Fardani Jusuf Hatta.

Dia lahir pada 19 Januari 1994 dari pasangan Halida Nuriah Hatta dan Gary Rachman Makmun Jusuf.

Halida adalah putri bungsu Bung Hatta dan Rahmi Hatta.

Saat ini Gustika belum menikah. Namun dari unggahannya pada 27 Juli 2025 ia terlihat menggelar acara tunangan dengan kekasihnya, Gifar.

Gustika memiliki akun Instagram @/gustikajusuf dan sering membagikan aktivitasnya, termasuk kecintaannya pada kucing.

Gustika punya banyak kucing, dua di antaranya diberi nama Hobi dan Kimba.

Baca Juga: Makna Kebaya Hitam dan Batik Slobog yang Dipakai Cucu Bung Hatta, Sindir Penguasa di Istana Negara?

Latar bekalang pendidikan

Gustika memiliki latar belakang pendidikan yang cukup kuat, terutama di bidang studi keamanan dan hubungan internasional.

Dia memperoleh gelar Bachelor of Art (B.A.) di jurusan Studi Perang (War Studies).

Jurusan ini mencakup berbagai topik, seperti sejarah, strategi militer, dan hubungan internasional.

Gustika sempat menempuh studi selama satu tahun di Institut D'etudes Politiques de Lyon (Prancis) sebagai bagian dari program akademik.

Selain pendidikan formal, ia juga mengambil kursus singkat di beberapa institusi bergengsi lainnya, seperti University of Geneva dan The Hague Academy of International Law.

Dari situ dia mempelajari topik seperti hukum internasional dan perlindungan warisan budaya di tengah konflik.

Jadi aktivis

Gustika telah terlibat dalam berbagai forum dan inisiatif internasional.

Dia dikenal sebagai sosok yang kritis dan vokal dalam menyuarakan isu-isu sosial dan politik.

Gustika pernah menjadi delegasi muda untuk beberapa konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Konferensi Perubahan Iklim PBB pada 2012 dan Forum Pemuda UNESCO.

Gustika memiliki ketertarikan pada isu-isu seperti perlindungan warisan budaya dalam konflik bersenjata, peran perempuan dalam militer, dan isu-isu strategis di Asia Tenggara.

Gustika juga dikenal sebagai seorang feminis dan kerap menyuarakan kampanye terkait kesetaraan gender dan hak asasi manusia.

Sekarang, Gustika juga sangat vokal dalam mengkritik pemerintah.

Gustika pernah menggugat Presiden Joko Widodo terkait pengangkatan penjabat kepala daerah bersama koalisi masyarakat sipil.

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Load More