Suara.com - Kamus Cambridge telah menambahkan sejumlah frasa TikTok baru ke dalam bahasa Inggris.
"Budaya internet mengubah bahasa Inggris dan dampaknya sangat menarik untuk diamati dan diabadikan dalam kamus," ujar Colin McIntosh, manajer program leksikal Kamus Cambridge, Senin 18 Agustus 2025.
"Tidak setiap hari kita bisa melihat kata-kata seperti 'skibidi' dan 'delulu' masuk ke dalam Kamus Cambridge. Kami hanya menambahkan kata-kata yang kami yakini akan bertahan lama," tambah McIntosh.
Istilah "skibidi" menjadi populer berkat Skibidi Toilet -- sebuah video animasi viral yang awalnya muncul di Youtube dan menampilkan kepala manusia yang menyembul dari toilet.
Kamus Cambridge mendefinisikan skibidi sebagai kata yang dapat memiliki arti berbeda seperti 'keren' atau 'buruk'.
Atau dapat digunakan tanpa makna yang sebenarnya sebagai lelucon. Contohnya: 'Skibidi apa yang kau lakukan?'"
"Tradwife" merujuk pada influencer yang secara sosial konservatif yang mengunggah di TikTok merayakan kepedulian mereka terhadap suami, anak, dan rumah.
Sementara "delulu", singkatan dari delusional, didefinisikan sebagai "mempercayai hal-hal yang tidak nyata atau benar, biasanya karena Anda memilih untuk melakukannya."
Namun, orang-orang dari generasi yang lebih tua atau mereka yang tidak menggunakan TikTok tidak terlalu senang dengan normalisasi kata-kata tersebut.
Baca Juga: Skibidi, Delulu, Hingga Tradwife: Bahasa Gaul Gen Alpha Kini Resmi Masuk Kamus Cambridge
"Otak skibidi merangkum generasi yang fasih dalam ironi tetapi haus akan makna. Media hiper-kaotik semacam ini berfungsi sebagai hiburan sekaligus pandangan dunia yang ambien bagi para pemuda yang dibesarkan secara daring. Pikiran mereka menormalkan lelucon sebagai ekspresi," kata penulis dan seniman AS Lee Escobedo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?