Suara.com - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, mempertanyakan soal apakah kemakmuran negara memerlukan pajak yang tinggi atau rendah.
Belum lama ini, terjadi aksi yang berujung ricuh di Pati karena adanya kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Warga Pati bukanlah satu-satunya yang merasa seperti ‘tercekik’ dengan adanya tarif pajak yang tinggi.
Banyaknya gejolak massa yang terjadi karena kenaikan pajak yang tinggi di berbagai daerah ini, seperti meninggalkan pertanyaan besar apakah negara memerlukan pajak yang tinggi atau rendah untuk menjadi makmur.
Seolah-olah menjawab pertanyaan tersebut, Yenny dalam videonya menjelaskan bahwa baik pajak yang tinggi maupun pajak yang rendah, keduanya bisa menjadikan sebuah negara makmur.
Argumennya kemudian dilanjutkan dengan memberikan contoh berbagai negara yang memiliki pajak yang tinggi dan pajak yang rendah, namun rakyat dari keduanya tetap makmur.
“Di banyak negara kaya seperti Swedia, Norwegia, Denmark, pajaknya sangat tinggi, hampir setengah penghasilan rakyat disetor ke negara. Tapi rakyatnya hidup makmur,” jelasnya, dalam video yang ia diunggah pada Selasa (19/20/2025).
Kemudian, ia mencontohkan seperti negara Singapura, Swiss, dan Uni Emirat Arab yang memiliki pajak rendah, dan rakyatnya tetap sejahtera.
Tentu, dalam kebijakan tinggi rendahnya tarif pajak di berbagai negara yang Yenny sebutkan memiliki rahasia mengenai bagaimana rakyatnya masih dapat sejahtera.
Menurut Yenny, negara-negara yang ia sebutkan memiliki berbagai kesamaan.
Baca Juga: Demo Pajak PBB di Bone Rusuh, Sejumlah Petugas Terluka
“Yang pertama, pemerintahan yang bersih dan transparan. Angka korupsi sangat kecil dan penegakan hukum tegas,” ujarnya.
Ia kemudian melanjutkan penjelasannya mengenai kesamaan yang kedua, yaitu bagaimana uang rakyat di negara-negara tersebut dikelola secara efisien dan tidak dihamburkan untuk fasilitas pejabat.
Yenny kemudian menjelaskan bahwa negara-negara tersebut berusaha menjaga iklim agar swasta memiliki keinginan untuk berinvestasi, sehingga lapangan pekerjaan dapat tercipta.
Dalam bidang Infrastruktur, Yenny menyoroti bagaimana infrastruktur yang mereka miliki baik dan modern, agar roda ekonomi mereka berjalan lancar.
Adanya jaminan sosial membuat rakyat mereka hidup dengan aman dan nyaman. Ditambah lagi pendidikan dan SD yang menjadi prioritas bagi negara-negara yang Yenny sebutkan, menurutnya juga menjadi kesamaan rahasia kemakmuran berbagai negara tersebut, dan kesejahteraan rakyatnya.
“Jadi kesimpulannya, yang bikin makmur bukan pajak tinggi, tapi bagaimana uang rakyat dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” tambah Yenny, mengakhiri video penjelasan yang ia unggah.
Reporter : Nur Saylil Inayah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek