Suara.com - Sebuah kisah tragis yang menyoroti sisi gelap dunia kerja di luar negeri kembali menimpa warga negara Indonesia (WNI).
Kepercayaan yang diberikan kepada rekan kerja berubah menjadi mimpi buruk ketika seorang WNI dan temannya menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.
Mereka terjebak dalam sebuah muslihat keji yang didalangi oleh tiga orang yang mereka kenal.
Peristiwa ini bermula dari sebuah pengkhianatan. Saat sang WNI dan temannya bersiap untuk kembali ke Tanah Air dari Thailand, tiga rekan kerja mereka datang dengan sebuah tawaran licik.
Dengan dalih perlu mengambil sejumlah uang di sebuah perusahaan di Kamboja, keduanya diajak untuk ikut dalam perjalanan singkat.
Tanpa menaruh curiga, mereka mengiyakan ajakan tersebut, tidak menyadari bahwa mereka sedang digiring masuk ke dalam perangkap.
Setibanya di lokasi yang dijanjikan, fasad persahabatan itu runtuh. Keduanya ditinggalkan dan secara de facto dijual kepada perusahaan tersebut.
Mereka kehilangan kebebasan, paspor ditahan, dan dipaksa bekerja di bawah ancaman. Mimpi untuk pulang ke Indonesia dalam waktu dekat seketika sirna, berganti dengan ketakutan dan ketidakpastian.
Ancaman tidak berhenti di situ. Pihak perusahaan menghubungi keluarga korban di Indonesia dengan permintaan tebusan yang fantastis masing-masing sebesar Rp40 juta.
Baca Juga: Pernikahan Palsu hingga Tawaran Kerja, 59 Warga Sulsel Jadi Korban Perdagangan Orang
Pesan yang disampaikan kepada keluarga bukan hanya permintaan uang, tetapi juga teror psikologis.
Jika uang tebusan tidak segera dibayarkan, kedua korban diancam akan dijual kembali, kali ini ke jaringan perdagangan organ tubuh sebuah ancaman yang mengubah kepanikan keluarga menjadi kengerian yang tak terbayangkan.
"Alhamdulillah, om saya sudah keluar setelah ditebus," ujar seorang anggota keluarga korban kepada media, menyiratkan adanya perjuangan berat untuk mengumpulkan dana demi membebaskan orang yang mereka cintai.
Video kebebasan dua WNI itu pun viral di media sosial dan mencuri perhatian warganet.
"Alhamdulillah, serius nanya, apakah kasus seperti ini susah ditelusuri dan dibongkar? Karena sudah berhubungan antar negara gitu?" tulis seorang warganet.
"Pokoknya kalau diajakin kerja di Thailand jangan mau, apa pun iming-imingnya atau janji manisnya. Apa lagi ke Kamboja," terang warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Pernikahan Palsu hingga Tawaran Kerja, 59 Warga Sulsel Jadi Korban Perdagangan Orang
-
Fenomena Langka: Empat Bek Sayap Timnas Indonesia Ngumpul Bareng di Thailand
-
CEK FAKTA: Klaim Indonesia Turunkan Pasukan Khusus ke Kamboja
-
Aturan Liga Thailand Bikin Duet Sandy Walsh dan Shayne Pattynama di Buriram United Sulit Terwujud
-
Apa Kabar Asnawi dan Pratama Arhan? Beda Nasib di Pembukaan Liga Thailand
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital