Suara.com - Bambang Wuryanto, MBA, alias Bambang Pacul, politisi senior yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang blak-blakan, harus rela melepaskan jabatannya sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.
Ia secara resmi "ditendang" dari posisinya dan ditarik ke pusat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif DPP PDI Perjuangan untuk masa bakti 2025-2030.
Keputusan tegas ini datang langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: 02/KPTS/DPP/VIII/2025. Posisi komando di "kandang banteng" kini dipegang sementara oleh F.X. Hadi Rudyatmo sebagai Pelaksana Tugas.
Pencopotan ini bukanlah manuver politik biasa. Ini adalah konsekuensi langsung dari hasil pahit yang diterima PDIP pada Pemilu dan Pilkada 2024.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah reformasi, benteng pertahanan terkuat PDIP, Jawa Tengah, jebol. Pasangan calon yang diusung partai moncong putih harus menelan kekalahan telak di tanah yang selama ini menjadi lumbung suara utama mereka.
Bambang Pacul, sebagai komandan tempur di wilayah tersebut, dinilai menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas tragedi elektoral ini. Sinyal kemarahan Megawati sudah terlihat jelas saat Kongres ke-6 PDIP di Bali pada 2025.
"Awas lho, jangan memalukan saya lagi lho. Ah, nggak usah teriak-teriak. Yang penting kerjaan. Itu adalah arahan saya," tegas Megawati dengan nada tinggi, sebuah sindiran tajam yang diyakini tertuju pada kinerja di Jawa Tengah.
Sembari meluapkan kekecewaannya, Megawati bernostalgia tentang bagaimana ia susah payah membangun dan menjadikan Jawa Tengah sebagai basis kemenangan yang tak terkalahkan.
"Tiga kali berturut, menang terus. Jawa Tengah," kenangnya, menyiratkan betapa dalamnya luka akibat kekalahan saat ini.
Baca Juga: Singkirkan Bambang Pacul, PDIP Tunjuk FX Rudy di Jateng Demi Tegakkan Aturan Anti Rangkap Jabatan
Ironi Filosofi 'Korea' Sang Komandan
Terlepas dari nasib politiknya saat ini, Bambang Pacul adalah seorang figur yang fenomenal. Ia dikenal luas oleh publik, terutama kalangan muda, melalui penampilannya di berbagai acara talkshow politik. Salah satu warisannya yang paling unik adalah kepopuleran istilah "Korea" dalam leksikon politik tanah air.
Bagi Pacul, "Korea" bukanlah merujuk pada K-Pop atau drama. Istilah ini memiliki akar sejarah kelam dari masa penjajahan Jepang. Menurut versinya, istilah ini lahir dari para pekerja paksa (romusha) yang didatangkan Jepang dari Semenanjung Korea ke Indonesia selama Perang Dunia II.
“Para Korea yang sudah dijajah di Semenanjung Korea sana, ketika diambil penjajah Jepang bawa ke sini, inilah Korea-Korea yang bekerja di kelas paling bawah dari romusha,” katanya dalam acara Kongkow Bambang Pacul Edisi Malang bersama Total Politik.
Para pekerja paksa ini diberi tugas-tugas paling berat dan kasar, seperti memindahkan barang-barang dari truk. Karena status dan pekerjaan mereka, kaum priyayi dan masyarakat lokal saat itu memandang mereka sebagai kelas sosial terendah.
Stigma ini, menurut Pacul, yang membuat kata 'Korea' menjadi padanan untuk menyebut orang-orang dari kalangan bawah atau pasukan lapangan.
Berita Terkait
-
Singkirkan Bambang Pacul, PDIP Tunjuk FX Rudy di Jateng Demi Tegakkan Aturan Anti Rangkap Jabatan
-
Inikah Alasan Megawati Copot Bambang Pacul dari Tahta PDIP Jateng?
-
Gempar Bambang Pacul Dicopot Megawati: Sederet Kontroversi hingga Harta Fantastis 'Komandan Korea'
-
Ulasan Buku Hatimu Juga Butuh Pelukan, Quotes dari Seekor Beruang Penyembuh
-
5 Mobil Korea Bekas untuk Anak Muda: Bandel dan Stylish, Mulai 90 Jutaan
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Viral! Eks Ajudan Prabowo Disebut Pimpin Penjemputan Saksi Kasus Jampidsus di Polda Metro
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Hendardi Minta Presiden Turun Tangan Usut Oknum TNI yang Diduga Halangi Penyidikan Korupsi
-
Suasana Terkini Polda Metro, Brimob Siaga Penuh Buntut Isu TNI Jemput Paksa Saksi Jampidsus
-
Tarif Transjakarta Berpotensi Naik, Pemprov DKI Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Dijaga Ketat TNI, Ini Deretan Kasus Korupsi Jumbo Garapan Jampidsus Febrie Adriansyah