Suara.com - Sebuah titik terang yang sekaligus mengerikan muncul dalam misteri hilangnya diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru.
Setelah berbulan-bulan berjuang dalam kegelapan, sang istri, Pinky Purbasari, mengungkapkan sebuah fakta yang membuat bulu kuduk merinding yakni tetiba akun Instagram dan WhatsApp milik suaminya yang telah lama membisu, tiba-tiba sempat aktif.
Kejanggalan digital ini menjadi sebuah plot twist besar dalam kasus ini, memicu secercah harapan sekaligus ketakutan yang luar biasa.
Siapakah yang mengaktifkan akun-akun tersebut? atau ada tangan pihak lain?
"Online": Sinyal Digital yang Mengguncang Keluarga
Perjuangan Pinky Purbasari untuk mencari suaminya kini dihadapkan pada sebuah teka-teki baru. Dalam sebuah pengakuan yang emosional, ia membeberkan bagaimana dirinya menyadari adanya aktivitas ganjil di akun-akun pribadi Arya Daru.
"Ada momen di mana akun Instagram dan WhatsApp-nya sempat aktif," ungkap Pinky.
Bagi seorang istri yang menanti kabar, melihat status "online" di WhatsApp atau adanya aktivitas di Instagram dari akun suami yang hilang adalah momen yang sangat mengguncang.
Di satu sisi, jantung berdebar penuh harap, membayangkan kemungkinan Arya masih hidup dan mencoba mengirim sinyal.
Baca Juga: Malam Mencekam Istri Diplomat Arya Daru: 7 Kali Telepon Polsek Menteng tak Direspons
Di sisi lain, logika menjeritkan ketakutan, membayangkan skenario terburuk.
Aktivitas digital misterius ini membuka dua kemungkinan utama, masing-masing dengan implikasinya sendiri yang sangat besar.
Ada kemungkinan Arya jika gawai Arya dikuasai oleh pihak lain yang tidak berniat baik.
Perjuangan Panjang Seorang Istri yang Merasa Ditinggalkan
Kasus hilangnya Arya Daru sendiri sudah menjadi misteri yang berlarut-larut.
Sebagai seorang diplomat yang baru saja menyelesaikan tugasnya di New York dan kembali ke Jakarta, kepergiannya tanpa jejak memunculkan banyak sekali spekulasi.
Bagi Pinky Purbasari, perjuangan ini terasa semakin berat.
Ia tidak hanya harus menghadapi ketidakpastian nasib suaminya, tetapi juga merasa harus berjuang sendirian untuk membuat kasus ini tetap menjadi perhatian publik dan pihak berwenang.
Titik terang digital ini, meskipun menakutkan, menjadi amunisi baru baginya untuk menuntut investigasi yang lebih mendalam.
Kini, jejak digital yang singkat itu menjadi satu-satunya petunjuk.
Ini bukan lagi sekadar kasus orang hilang biasa; ini adalah sebuah thriller digital di mana sebuah status "online" bisa berarti antara kehidupan dan kematian.
Menurut Anda, apa arti dari sinyal digital ini?
Apakah ini pertanda baik atau justru sebaliknya? Sampaikan teori Anda di kolom komentar.
Tag
Berita Terkait
-
Malam Mencekam Istri Diplomat Arya Daru: 7 Kali Telepon Polsek Menteng tak Direspons
-
Mengapa Keluarga Arya Daru Menyebut Nama Panglima TNI dalam Kasus Kematian Sang Diplomat?
-
Audit Bukti Kasus Kematian Diplomat Muda Didorong Libatkan Tim Ahli Independen dan Akuntabel
-
Kasus Kematian Diplomat Arya Daru Masih Janggal? DPR Desak Audit Forensik Independen
-
Penjaga Kos Ungkap Percakapan dengan Istri Arya Daru: Dia Khawatir Banget
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?