Suara.com - Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, masih terus memunculkan tanda tanya publik.
Padahal, polisi menyimpulkan bahwa almarhum mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.
Pihak keluarga Arya Daru mengungkap kejanggalan respons aparat kepolisian pada malam penemuan jenazah.
Istri almarhum, Meta Ayu Puspitantri, dilaporkan sempat melakukan tujuh kali panggilan telepon darurat ke Polsek Menteng yang tidak mendapatkan jawaban.
Meta Ayu Puspitantri, yang panik karena tidak dapat menghubungi sang suami, berinisiatif mencari bantuan pihak kepolisian setempat.
Tercatat, ia berusaha keras menghubungi Polsek Menteng sebelum suaminya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Menanggapi informasi krusial ini, Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi memastikan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran internal secara mendalam untuk mengklarifikasi dugaan tersebut.
Rezha menyatakan akan mengonfirmasi langsung kepada penyelidik yang bertugas pada malam kejadian untuk mengetahui alasan di balik tidak diresponsnya panggilan darurat itu.
"Nanti kami konfirmasi ke penyelidik terkait hal tersebut," kata Rezha saat dikonfirmasi, Minggu (24/8/2025).
Baca Juga: Derita Ayah Arya Daru: Kehilangan Anak Semata Wayang di Saat Istri Berjuang Melawan Kanker
Namun, Rezha belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail panggilan telepon yang dilakukan oleh istri Arya Daru.
Ia hanya menegaskan komitmen pihaknya untuk mendalami setiap laporan dan informasi yang disampaikan oleh pihak keluarga guna mengungkap tabir misteri kematian sang diplomat.
Kronologi
Sebelumnya diberitakan, Kuasa Hukum Keluarga Arya Daru, Dwi Librianto membeberkan kronologi lengkap sebelum diplomat muda Kemlu itu ditemukan meninggal dunia.
Menurutnya, Meta Ayu sudah berulang kali berupaya menghubungi suaminya sepanjang malam, namun tidak berhasil.
Peristiwa bermula pada Senin malam, 7 Juli 2025, ketika Meta Ayu berusaha menghubungi Arya sekitar pukul 21.20 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL