Suara.com - Penangkapan diduga Bripda Alvian Maulana Sinaga, anggota polisi yang disebut membunuh secara sadis kekasihnya Putri Apriyani berlangsung dramatis, Sabtu (23/8/2025).
Video Bripda Alvian ditangkap, salah satunya diunggah akun Instagram @andreli_48. Dalam rekaman video itu, terlihat beberapa anggota polisi berpakaian preman tampak mengepung seorang pria muda.
Alvian dikabarkan ditangkap tim gabungan kepolisian di wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah lebih dari dua pekan menghilang menjadi buronan.
Penangkapan tersebut mengakhiri spekulasi dan pencarian intensif yang dilakukan aparat selama beberapa waktu terakhir.
Plh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Irfan Nurmansyah, menyatakan bahwa terduga pelaku kini dalam proses pemulangan untuk menghadapi proses hukum.
"Yang sudah diamankan (terduga pembunuhan Putri) di NTB," katanya, dikutip Minggu (24/8/2025).
Publik pun penasaran dengan sosok Bripda Alvian yang tega menghabisi nyawa pacarnya dengan sadis. Siapakah Bripda Alvian Maulana Sinaga?
Dari penelusuran yang dilakukan, tidak banyak mendapat informasi tentang Bripda Alvian. Namun, polisi ini berasal dari Medan, Sumatera Utara.
Saat ini, Bripda Alvian Maulana Sinaga masih bertugas di Polres Indramayu, Jawa Barat.
Baca Juga: Jejak Pelarian Bripda Alvian Berakhir di NTB, Detik-detik Penangkapan Polisi Pembunuh Putri Apriyani
Sementara korban Putri Apriyani merupakan warga Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
Bripda Alvian Maulana Sinaga adalah anggota kepolisian yang bertugas di Polres Indramayu sekaligus pacar dari Putri Apriyani.
Setelah kasus ini mencuat, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan membenarkan Bripda Alvian telah dipecat dari instansi kepolisian dengan status Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Propam Polda Jabar.
Warga menemukan jasad Putri Apriyani di kamar kos Desa Singajaya, Kelurahan Singajaya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Indramayu.
Saat ditemukan, jenazah Putri Apriyani dalam kondisi miris, wajah cantiknya tak tampak lagi karena gosong terbakar.
Banyak yang menduga jika kematian Putri Apriyani karena sengaja dibakar. Namun, mereka tidak berani menduga apalagi menuduh sosok yang tega melakukan itu kepada korban.
Pada Jumat (8/8/2025) malam , korban diketahui masuk ke kamar kos sekitar pukul 20.00 WIB, disusul oleh kekasihnya, Bripda Alvian.
Dini hari pukul 01.00 WIB, terjadi transfer uang sebesar Rp32 juta dari rekening Putri ke rekening Alvian. Esok paginya, Putri ditemukan tewas.
Rekaman CCTV menunjukkan, Alvian keluar dari kos dalam kondisi linglung dan mondar-mandir sebelum akhirnya kabur ke arah Cirebon.
Tim inafis dan laboratorium forensik telah dikerahkan untuk menyelidiki sumber kebakaran dan melakukan autopsi terhadap jenazah Putri.
Di TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk seragam dinas Polri, sepatu, ponsel dan sepeda motor milik Alvian Sinaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi