Zacky dan Prabowo adalah bagian dari generasi emas perwira tinggi TNI di era akhir Orde Baru.
Mereka berbagi latar belakang dan pengalaman di momen-momen paling krusial.
Kedekatan historis inilah yang menjelaskan mengapa Zacky tetap menjadi salah satu figur yang dihormati di lingkaran dalam Prabowo.
Penganugerahan bintang jasa ini dibaca sebagai bentuk "penghargaan" atas loyalitas dan jasa di masa lalu.
4. Bintang Jasa yang Membuka Luka Lama
Penganugerahan Bintang Mahaputera Utama kepada Zacky sontak menuai kritik terutama para aktivis HAM.
Mereka menilai, memberikan penghargaan kepada figur yang namanya terkait dengan dugaan pelanggaran HAM berat di masa lalu adalah tindakan yang sangat tidak peka dan mencederai rasa keadilan para korban.
Bagi mereka, langkah ini seolah-olah menjadi sinyal bahwa negara memilih untuk melupakan atau bahkan "memutihkan" catatan kelam para jenderal di masa lalu.
Penganugerahan ini menempatkan Jenderal Zacky Anwar Makarim kembali ke panggung terang, memaksa publik untuk sekali lagi bertanya tentang bab-bab sejarah yang mungkin belum pernah benar-benar selesai.
Baca Juga: Orang Dekat Prabowo dan Eks Tim Mawar Ditunjuk jadi Presiden Komisaris Vale
Menurut Anda, apakah pemberian penghargaan kepada figur yang memiliki catatan sejarah kontroversial adalah sebuah langkah yang tepat?
Haruskah jasa di satu bidang menghapus dugaan kesalahan di bidang lain? Sampaikan analisis Anda di kolom komentar.
Berita Terkait
-
Orang Dekat Prabowo dan Eks Tim Mawar Ditunjuk jadi Presiden Komisaris Vale
-
Eks Tim Mawar Djaka Budi Utama Jadi Dirjen Bea Cukai, KontraS: Ancaman Serius Bagi HAM di Indonesia
-
Eks Tim Mawar Pimpin Bea Cukai: Dikhawatirkan Demoralisasi dan Penyalahgunaan Wewenang
-
Sepak Terjang Nugroho Sulistyo Budi, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara yang Baru
-
Eks Tim Mawar Dapat Jabatan Penting, Penegakan HAM Era Prabowo Makin Genting
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Dermaga Halte Buaran Diseruduk Kendaraan Pribadi, TransJakarta Koridor 11 Terpaksa Alihkan Rute
-
Cuaca Senin Pagi: Jakarta Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang, Cek Daftar Wilayah Terdampak!
-
Laporan PRISM 2025 Sebut Jakarta Jadi Kota Paling Diminati Sepanjang 2025
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu