"Pelemahan Rupiah dalam jangka panjang disebabkan oleh struktur ekonomi yang tidak efisien (high-cost economy), inflasi tinggi, dan persepsi risiko yang membuat investor meminta bunga lebih tinggi," kata Tom Lembong.
Pernyataan ini secara langsung menunjuk adanya masalah fundamental dalam struktur ekonomi Indonesia.
Ia merinci keluhan yang sering didengarnya dari investor asing, seperti masalah perpajakan yang tidak konsisten, regulasi yang abu-abu dan tumpang tindih, hingga kualitas keterampilan tenaga kerja yang masih rendah.
Faktor-faktor inilah yang menciptakan "persepsi risiko" tinggi, membuat investor enggan menanamkan modalnya dalam jangka panjang dan pada akhirnya menekan Rupiah.
Pandangan kritis Tom Lembong ini menyiratkan bahwa solusi untuk tantangan ekonomi Indonesia tidak cukup hanya dengan menggenjot proyek-proyek mercusuar.
Diperlukan perbaikan fundamental pada iklim investasi, efisiensi birokrasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!