Tubuh remaja belum sepenuhnya siap untuk menanggung beban kehamilan dan persalinan.
Secara fisik, panggul remaja masih dalam masa pertumbuhan dan belum matang, sehingga dapat meningkatkan risiko komplikasi saat melahirkan.
Hal ini sering kali berujung pada persalinan prematur, berat bayi lahir rendah, hingga risiko kematian bagi ibu dan bayi.
Selain risiko fisik, dampak psikologis juga tidak kalah berbahaya.
Remaja yang hamil sering kali mengalami tekanan mental yang berat, termasuk depresi, kecemasan, dan trauma. Mereka harus menghadapi perubahan hidup yang drastis, putus sekolah, dan stigma sosial dari masyarakat.
Beban ini bisa mengganggu perkembangan emosional mereka dan berdampak pada cara mereka mengasuh anak.
"Banyak kasus kehamilan di bawah umur berakhir dengan putus sekolah, hilangnya kesempatan meraih pendidikan dan pekerjaan yang layak, serta memicu kemiskinan dalam keluarga," kata seorang ahli sosiologi.
Pihak keluarga juga akan merasakan dampaknya. Selain beban finansial untuk membiayai persalinan dan kebutuhan bayi, ada tekanan sosial yang mungkin membuat orang tua dan keluarga merasa malu.
Anak yang dilahirkan dari ibu yang masih remaja juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan dan perkembangan di kemudian hari.
Baca Juga: 7 Fakta Drama Ridwan Kamil: DNA Negatif, Tapi Misteri Uang Bulanan Muncul
Upaya Pencegahan dan Perlindungan
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah melalui revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang kini diubah menjadi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Aturan baru ini menaikkan batas usia pernikahan untuk perempuan dan laki-laki menjadi 19 tahun.
Selain regulasi, edukasi dan sosialisasi juga memegang peranan krusial.
Penting untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif kepada remaja, baik di sekolah maupun melalui program-program komunitas.
Informasi mengenai bahaya seks bebas, penggunaan kontrasepsi, dan hak-hak reproduksi harus disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan tidak menghakimi.
Peran orang tua dan keluarga juga sangat penting. Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak mengenai masalah ini bisa membantu mencegah remaja mengambil keputusan yang berisiko.
Berita Terkait
-
Siswa Kelas 1 SD Menjerit Ketakutan! Aksi Arogansi Guru Ancam Cekik Murid
-
Mahasiswa Protes Keras Usai Skripsi Dibuang Dosen, Video Ngamuk-Ngamuk Viral
-
Tragis, Remaja 13 Tahun Meninggal Usai Makan Tiga Bungkus Mi Instan Mentah
-
Seberapa Kaya Nafa Urbach? Janji Sumbangkan Seluruh Gaji DPR RI untuk Guru hingga 2029
-
5 Fakta Viral Guru SD Cekik Murid di Lampung, Benarkah Dipecat dan ODGJ?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi