Suara.com - Sebuah unggahan di Facebook viral menampilkan tangkapan layar artikel media daring dengan narasi mengejutkan.
Dalam unggahan tersebut disebutkan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel, mengaku uang suap yang diterimanya dibagi dua dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), saat berada di Solo, dengan Kaesang menjadi saksi.
Berikut narasi yang muncul:
“Immanuel Ebenezer Wamenaker Uang Suap Berupa Delapan Mobil Mewah Tiga Motor Ducati Dan Uang Lima Ratus Milyar Bagi Dua Sama Pak Jokowi Disolo Kaesang Ada Beliau Saksinya.”
Selain itu, unggahan tersebut juga menambahkan klaim provokatif:
“Makin Jelas Faktanya Jokowi Otak Pelaku Korupsi … !!!”
Namun, benarkah artikel tersebut asli dan sesuai fakta?
Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada artikel dengan judul seperti yang tercantum dalam tangkapan layar unggahan tersebut.
Tim ANTARA menemukan bahwa gambar, tanggal, dan media dalam unggahan tersebut sebenarnya merujuk pada berita berjudul:
“Breaking News: KPK OTT Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer.”
Artikel asli hanya memuat informasi mengenai penangkapan Immanuel Ebenezer melalui operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam kasus ini, Noel bersama 10 orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi berupa pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tidak ada satu pun nama Jokowi yang disebut dalam berita tersebut.
Setelah penetapan tersangka, Presiden Prabowo Subianto langsung memberhentikan Immanuel Ebenezer dari jabatannya sebagai Wamenaker.
Kesimpulan
Klaim bahwa artikel media daring memberitakan Immanuel Ebenezer membagi uang suap dengan Jokowi adalah tidak benar. Tangkapan layar yang beredar merupakan suntingan atau manipulasi konten.
Berita Terkait
-
JK Diserang Usai Senggol Ijazah Jokowi, Jubir Bongkar Motif Upaya Pembungkaman
-
Tolak Usulan JK, Jokowi: Ijazah Asli Sudah Pernah Dipamerkan, Biar Pengadilan yang Memutuskan!
-
Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara
-
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029