Suara.com - Pertemuan yang penuh haru dan menyentuh hati terjadi pada Jumat malam (29/8/2025), saat Presiden Prabowo Subianto menyambangi kediaman almarhum Affan Kurniawan pada Jumat (29/8/2025) malam.
Dalam suasana duka, Presiden Prabowo sempat berbincang sejenak dengan pihak keluarga meski tak lebih dari lima menit.
Tante Almarhum Affan Kurniawan, Suharti Yuningsih mengungkapkan isi perbincangan pihak keluarga dengan Presiden Prabowo.
Suharti Yuningsih menyampaikan aspirasi dan tuntutan keadilan yang selama ini menjadi beban bagi keluarganya, terutama terkait kepergian mendiang keponakannya.
Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi sosial-ekonomi yang memicu aksi protes tersebut.
"Saya menyampaikan, bahwa keponakan saya ini meninggal dalam kondisi demonstrasi yang mana menuntut keadilan kepada negara bahwa dpr selalu naik gaji. sementara rakyat begitu miskin, serta para karyawan lain pun banyak yang di PHK," ujar Suharti.
Lebih lanjut, ia juga secara khusus menyampaikan permohonan kepada Ketua DPR Puan Maharani untuk mengungkapkan rasa simpati atas jatuhnya korban dalam aksi massa menuntut pembubaran DPR yang berakibat pada meninggalnya sang keponakan usai dilindas rantis Brimob.
"Dan saya minta kepada ibu Maharani, Puan Maharani mohon saudara saya sebagai orang tua dari almarhum Affan bisa datang meminta maaf atau pun menyampaikan bela sungkawa," tuturnya.
Meskipun telah mengikhlaskan kepergian Affan Kurniawan sebagai takdir ilahi, Suharti Yuningsih menegaskan bahwa semangat perjuangan untuk keadilan tidak akan padam.
Baca Juga: Tangis Pecah! Presiden Prabowo Peluk Ibu Almarhum Affan Kurniawan di Rumah Duka
"Dan di sini saya telah menganggap keponakan saya telah tiada dengan takdir yang ditakdirkan oleh Allah SWT, tapi terlepas dari itu saya tetap menuntut keadilan karena keponakan saya telah tiada dengan penindasan Baracuda Brimob," tegasnya seraya menuntut investigasi menyeluruh dan penegakan hukum yang adil.
Harapan besar keluarga kini tertumpu pada kepemimpinan Presiden Prabowo, agar keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Harapan saya kepada bapak presiden, agar menegakan keadilan seadil adilnya dengan pasal yang berlaku," ucap Suharti, mewakili suara hati keluarga.
Meski berat, keluarga Affan Kurniawan telah berlapang dada menerima takdir yang tak terelakkan.
"Kami hanya pihak keluarga mengikhlaskan atas kepergian Affan dengan takdir yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT yang tidak bisa kita pungkiri yang tidak bisa kita mengelak," ujarnya.
Namun, keikhlasan tersebut tidak mengurangi desakan untuk keadilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok
-
Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut
-
Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?
-
Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan
-
Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS
-
Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?
-
Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama
-
DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan
-
Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip
-
Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia