- Susi Pudjiastuti sarankan Prabowo izinkan perwakilan demo sampaikan aspirasi
- Eks menteri Susi minta stop penggunaan gas air mata
- Percaya masyarakat masih optimis dengan pemerintah
Suara.com - Di tengah memanasnya aksi demonstrasi yang berlangsung pada 28-29 Agustus, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, muncul dengan seruan kuat yang ditujukan langsung kepada pucuk pimpinan negara.
Melalui serangkaian cuitan di akun media sosial X (sebelumnya Twitter) miliknya, Susi mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengambil langkah de-eskalasi dengan menghentikan penggunaan gas air mata dan membuka gerbang Gedung DPR RI bagi para demonstran.
Sikapnya yang lugas dan berani ini sontak menjadi sorotan publik, menempatkannya sebagai salah satu figur publik yang vokal menyuarakan aspirasi di tengah ketegangan sosial.
Permohonan Langsung kepada Presiden dan Kapolri
Dalam unggahan pertamanya, Susi Pudjiastuti secara langsung memohon kepada Presiden dan Kapolri untuk mengubah pendekatan aparat keamanan di lapangan. Ia meminta agar tindakan represif dihentikan dan diganti dengan dialog.
"Pak Presiden @prabowo Pak Kapolri @ListyoSigitP mohon perintahkan segera hentikan penggunaan gas airmata dan perkenakan rakyat masuk rumah perwakilannya," tulis Susi dalam cuitannya yang diunggah pada Kamis (29/8).
Permintaan ini ia dasari dengan keyakinan bahwa rakyat masih menaruh kepercayaan pada kepemimpinan Presiden Prabowo.
Menurutnya, dengan membuka pintu dialog di Gedung DPR, potensi kerusakan fasilitas umum lainnya justru bisa diminimalisir.
"Saya percaya Rakyat masih percaya kepemimpinan Bapak Presiden @prabowo mohon Bapak perkenankan mereka masuk ke rumah perwakilan mereka (bisa mengurangi kerusakan fasilitas umum lainnya)," lanjutnya dalam cuitan terpisah.
Baca Juga: Simak Operasional MRT Jakarta Hari Ini, Stasiun Bundaran HI-ASEAN Ditutup
Tak berhenti di situ, Susi juga melayangkan masukan kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani, dan seluruh anggota dewan. Ia mengajak para wakil rakyat untuk menunjukkan empati dan keberpihakan mereka kepada konstituen yang telah memberikan amanah.
Susi mendesak Puan Maharani untuk mengumpulkan seluruh anggota dewan dan menemui para demonstran secara langsung di dalam gedung parlemen.
“Dearest Mbak Puan, kumpulkan semua anggota dewan di gedung DPR. Terima rakyat yg telah mengamanahkan amanahnya kepada Mbak Puan & anggota dewan lainnya," tulisnya, pada Jumat 29 Agustus 2025 kemarin.
Lebih jauh, ia bahkan menyarankan Puan untuk memecat anggota dewan yang dinilai tidak memiliki empati terhadap penderitaan rakyat dan mendesak agar DPR segera melaksanakan apa yang menjadi kehendak rakyat.
"Pecat anggota dewan yg tidak punya emphaty kepada rakyat. Laksanakan apa yg menjadi kehendak rakyat. DPR adalah perwakilan rakyat," tutup Susi.
Seruan Susi Pudjiastuti ini muncul di saat krusial, di mana eskalasi antara aparat dan massa aksi berpotensi membesar.
Berita Terkait
-
Latar Belakang Pendidikan Rachel Vennya: Ngaku Menyesal Salah Pilih Presiden, Merasa Dikhianati
-
Duka Rakyat, Tawa Penguasa: Sebuah Pilu di Balik Kobaran Api Keadilan
-
Polda Sumut Bantah Aniaya Pria yang Viral Saat Demo di Medan: Dia Terjatuh
-
Bandung Mencekam! Aset MPR, Bank, hingga Rumah Makan Ludes Jadi Sasaran Amuk Massa
-
Heboh Kabar Dewan Plesiran ke Luar Negeri saat Rakyat Protes, Peneliti BRIN Sindir DPR Nirempati
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Said Iqbal Desak UMP DKI 2026 Jadi Rp5,89 Juta: Kerja di Jakarta Itu Nombok
-
Buruh Kecewa, Agenda Audiensi di DPR Batal karena Anggota Dewan Sudah Pulang
-
Gus Yahya Persilakan KPK Periksa Semua Kader NU yang Terseret Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut
-
Pasang Badan, Gus Yahya Jamin Tak Ada Sepeser Pun Dana Korupsi Haji Masuk Kas PBNU
-
Bak Film Laga, Detik-detik Calo Akpol Rp1 Miliar Tabrak Mobil Polisi Saat Ditangkap
-
Divonis Bersalah Meski Bebas Bersyarat, Pendukung Laras: Ini Keadilan Setengah Jalan
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital