Bahkan, Sumber Suara.com mengatakan bahwa penjarahan hanya "tertuju pada satu titik tujuan tanpa menghiraukan lingkungan sekitar," bahkan di lingkungan elite sekali pun.
"Massa dari luar dan terkoordinir," ucap Sumber tersebut, memberikan indikasi kuat adanya perencanaan matang di balik setiap pergerakan.
Sumber tersebut mengemukakan bahwa di lingkungan rumahnya, ada salah satu tokoh yang menjadi target massa penjarah, namun saat ini sudah tidak diketahui lokasi tempat tinggalnya.
"Total tiga kali dapat kunjungan dari kelompok (massa) berbeda," ujarnya.
Ia menceritakan, awalnya sempat mendengar kabar rumah beberapa tokoh politik nasional yang dikenal vokal membela tunjangan DPR telah dijarah massa dari pemberitaan media.
Saat itu, ia mengaku penasaran dengan masing-masing alamat rumah tokoh publik yang sudah ditarget sejak awal.
"Saya kira sampai tengah malam aman. Ternyata sekira mendekati subuh ada pesan dari Pak RW dan nggak lama ada warga yang kirim rekaman video, memperlihatkan banyak motor di area depan gerbang portal perumahan," ujarnya.
Lantaran itu, akhirnya warga bergerak ke pos satpam untuk memastikan kondisi.
Saat itu, Ketua RW setempat mengungkapkan bahwa sempat ada perwakilan dari massa tersebut yang mengecek salah satu rumah, diduga didiami salah satu target.
Baca Juga: Geger! Rumah Sri Mulyani di Bintaro Dijarah Massa, Pelaku Bangga Pamer Dapat Perhiasan
"Memang dulu ada (salah satu target) yang pernah ngontrak di sini," ujarnya.
Massa penjarah meminta untuk mendatangi rumah tersebut guna memastikannya.
Setelah pintu diketuk namun tidak ada jawaban, perwakilan massa kemudian memeriksa data pemilik mobil dengan mencocokkan nomor pelat kendaraan.
"Mereka sempat mendebat RW yang disebut tidak tahu ada warganya yang pindah, baik secara administratif maupun mobilitas barang."
Setelah tidak menemukan target, massa meninggalkan lokasi.
"Setelah perwakilan balik juga sempet riuh, tapi bisa dikendalikan oleh sesama."
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam