Suara.com - Buntut pernyataannya soal tunjangan DPR Rp50 juta, anggota DPR RI dari Partai NasDem Nafa Urbach turut menjadi sasaran penjarahan sekelompok massa. Rumahnya menjadi sasaran amuk dan penjarahan.
Sebelumnya komentar Nafa Urbach yang dianggap tidak berempati dengan kondisi ekonomi masyarakat memicu badai kritik di media sosial.
Lantas berapa harta kekayaannya? Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan, total kekayaan bersih Nafa Urbach tercatat mencapai Rp20.201.480.026 (Rp20,2 miliar).
Dalam laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Nafa tidak memiliki catatan utang sama sekali.
Aset terbesar Nafa datang dari kategori harta bergerak lainnya yang nilainya mencapai Rp13,5 miliar.
Selain itu, ia juga memiliki simpanan kas dan setara kas sebesar Rp3,7 miliar serta surat berharga senilai Rp300 juta.
Untuk urusan properti, Nafa Urbach tercatat memiliki aset tanah dan bangunan di Magelang dengan total nilai Rp1,55 miliar.
Aset tersebut terdiri dari tanah dan bangunan seluas 108 m2 senilai Rp700 juta, serta sebidang tanah seluas 784 m2 senilai Rp850 juta.
Gaya hidupnya juga ditopang oleh koleksi kendaraan mewah. Garasinya diisi oleh mobil Honda HRV Prestige tahun 2015 senilai Rp215 juta dan sebuah mobil Mercedes Benz keluaran tahun 2022 yang harganya ditaksir mencapai Rp935 juta.
Baca Juga: Eko Patrio dan Uya Kuya Resmi Mundur dari Anggota DPR RI
Total nilai alat transportasi miliknya mencapai Rp1,15 miliar.
Kekayaan melimpah inilah yang dinilai publik tidak sepadan dengan keluhannya.
Sebelumnya, Nafa Urbach menjadi sorotan setelah membela usulan tunjangan rumah bagi anggota dewan.
Ia beralasan banyak anggota DPR yang berasal dari luar kota dan harus menyewa tempat tinggal di dekat Senayan.
"Anggota dewan itu ga dapat rumah jabatan, dikarenakan banyak sekali anggota dewan yang berasal dari luar kota, mangka dari itu banyak sekali anggota dewan yang ngontrak di daerah Senayan. Supaya memudahkan mereka untuk ke kantor DPR, saya aja yang tinggalnya di Bintaro macetnya luar biasa ini udah setengah jam di perjalanan masih macet," kata Nafa Urbach, saat siaran langsung di Instagram dilansir dari @rumpi_gosip.
Ucapan tersebut langsung menuai hujatan massal. Sadar pernyataannya memicu kemarahan publik, Nafa Urbach kemudian menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan memperbaiki kinerjanya sebagai wakil rakyat.
Berita Terkait
-
Eko Patrio dan Uya Kuya Resmi Mundur dari Anggota DPR RI
-
Detik-Detik Mencekam Penjarahan di Rumah Nafa Urbach, Massa Datang Dua Gelombang Saat Subuh
-
Kondisi Rumah Nafa Urbach di Bintaro, TV hingga Pakaian Dalam Ludes Dijarah
-
9 Orang Sudah Ditangkap, Polisi Buru Pelaku Lain yang Jarah Rumah Uya Kuya
-
Rusak Parah, 5 Potret Mengenaskan Rumah Uya Kuya Usai Dijarah
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
4 Oknum Polisi di Madiun Terlibat Kasus Peredaran Narkoba
-
Kejati Bengkulu Dalami Dugaan Mark Up Proyek PLTA, Dokumen Disita dari Tiga Lokasi
-
Refly Harun Bongkar 7 Keberatan di Kasus Ijazah Jokowi: Ijazah Asli Justru Makin Meragukan
-
Momen Haru Sidang Kasus Demo Agustus, Ayah Terdakwa Peluk Anak di PN Jakut
-
Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal
-
Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya
-
Jerman, Prancis, Swedia dan Norwegia Kirim Militer ke Greenland, NATO Siap Hadang AS
-
Banjir Ancam Produksi Padi Lebak, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen Total
-
Ono Surono Dicecar KPK Soal Aliran Uang Korupsi Bupati Bekasi, Kapasitas Sebagai Ketua PDIP Jabar
-
Franciscus Sibarani: Aspirasi PerCa Jadi Bahan Revisi UU Kewarganegaraan