“Kan selama ini ya mohon maaf kalau saya salah mohon maaf, kalau tidak berkenan ya mohon maaf. Tapi kondisinya misalnya mereka kena PHK kan pemerintah juga nggak ada Tindakan yang berarti. Industrinya kembang kempis, justru diminta bersaing dengan media sosial,” tambahnya.
Hendri Satrio menganggap bahwa Media Massa yang tepat menjadi jembatan antara Pemerintah dengan publik.
“Nah kalau situasinya seperti ini kan Lembaga seperti media massa itu menjadi jembatan yang sangat penting antara pemerintah dengan publik,” ujarnya.
“Dan maaf – maaf nggak bisa ngandelin influencer lagi,” imbuhnya.
Selain itu, solusi kedua yang bisa dilakukan Presiden Prabowo menurut Hendri adalah dengan mengundang para tokoh bangsa.
Tokoh – tokoh bangsa yang dimaksud adalah Para Mantan Presiden maupun Wakil Presiden. Menurut Hendri mereka dianggap memiliki masukan – masukan yang baik untuk permasalahan saat ini.
“Kemudian Solusi yang kedua Pak Prabowo mungkin bisa bertemu dan mengundang para tokoh bangsa, seperti Mantan Presiden, kelima, keenam dan ketuju. Kemudian para mantan wakil presiden untuk urun rembug, kira-kira permasalahan negeri ini bagaimana solusinya,” urainya.
“Kenapa harus mengundang mereka? Saya yakin mereka punya masukan-masukan yang baik untuk Pak Prabowo dalam mengatasi permasalahan hari ini,” sambungnya.
Kontributor : Kanita
Baca Juga: Identitas Penjarah Rumah Sahroni hingga Sri Mulyani Sudah di Tangan Polisi, Tinggal Cari dan Ciduk
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji