Suara.com - Respons dingin dan normatif pemerintah dalam menyikapi gelombang demonstrasi yang berujung ricuh menuai kritik pedas. Pengamat politik, Ubedillah Badrun, tanpa tedeng aling-aling menyebut para elite politik Indonesia 'miskin etik' dan meminta mereka untuk belajar dari para pejabat di Jepang.
Ubedillah secara khusus menuntut Kapolri dan jajarannya untuk menjadi yang pertama kali mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan mengendalikan situasi.
Ubedillah Badrun menilai, alih-alih menjawab substansi tuntutan rakyat, para elite justru hanya sibuk berbicara soal stabilitas. Sikap ini adalah cerminan dari rendahnya standar moral.
"Menurut saya elite politik kita miskin etik ya. Saya kira para elit itu perlu belajar juga pada Jepang. Manusia Jepang tuh seperti manusia etik, bersalah sedikit saja itu langsung mundur," kata Ubedillah, dikutip dari tayangan podcast di kanal YouTube Abraham Samad, Rabu (3/9/2025).
Kapolri Harusnya Jadi yang Pertama Mundur
Ia pun menunjuk hidung siapa yang seharusnya paling bertanggung jawab atas chaos yang terjadi di jalanan. Menurutnya, kegagalan mengendalikan massa hingga berujung bentrok adalah tanggung jawab penuh dari pimpinan kepolisian.
"Kapolri tidak perlu menunggu diberhentikan oleh Presiden. Kalau dia punya etik yang kuat, dia menyatakan mundur dari jabatannya," tegas Ubedillah.
"Termasuk Kapolda (Metro Jaya) dan lain-lainlah elite kepolisian yang bertanggung jawab terhadap pengamanan. Karena mereka lah orang-orang yang bertanggung jawab dari peristiwa itu, tidak mampu untuk mengendalikan massa yang anarkis," tuturnya.
Menurut Ubedillah, langkah pengunduran diri dari para pejabat yang bertanggung jawab ini justru akan menjadi kunci untuk mendinginkan situasi. Setelah itu, pemerintah bisa fokus memenuhi tuntutan massa yang dinilainya masih sangat rasional.
Baca Juga: YLBHI Sebut Perintah Prabowo Bikin Demo Berdarah: 10 Tewas, 3.337 Ditangkap
"Itu yang memungkinkan akan meredakan situasi. Jadi tunjangan dibatalkan. Kemudian rencana undang-undang KUHAP yang bermasalah segera dihilangkan. Kemudian Undang-Undang Perampasan Aset segera diundangkan dan seterusnya," tuturnya.
Pada akhirnya, Ubedillah memberikan peringatan keras. Jika para elite terus bersikap 'tuli' dan tidak mau menanggung konsekuensi etis atas kegagalan mereka, maka gelombang kekecewaan ini hanya akan terus menumpuk.
"Jadi tuntutannya rasional dan kalau itu semua dipenuhi, selesai. Tapi kalau tidak, itu meningkatkan akumulasi kemarahan publik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan