Lokasi berada di tengah hutan lebat, sekitar 700 meter dari koordinat yang sebelumnya diberikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Bangkai helikopter ditemukan pukul 14.45 Wita. Satu korban dievakuasi sekitar 100 meter dari bangkai heli, sedangkan tujuh lainnya ditemukan di dalam reruntuhan helikopter," kata Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo.
Yudhi menambahkan, unsur SAR dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan potensi SAR bersama masyarakat setempat bekerja keras mengevakuasi korban. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat karena medan yang sulit.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan seluruh jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Polda Kalimantan Selatan di Banjarmasin.
Di rumah sakit, tim medis dan forensik telah disiagakan. Pos ante mortem didirikan untuk pengumpulan data dari keluarga korban.
Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Yandiko, mengatakan proses identifikasi dilakukan dengan hati-hati karena kondisi jenazah sulit dikenali secara visual.
"Kami sudah siapkan tim untuk mengumpulkan data korban, termasuk ciri khas, bekas luka, tanda lahir, maupun barang pribadi. Jika itu tidak cukup, kami akan gunakan pencocokan DNA," jelasnya, Kamis, 4 September 2025.
Sementara itu, KNKT bersama pihak terkait akan melakukan penyelidikan mendalam atas jatuhnya helikopter tersebut.
Dugaan sementara, heli jatuh akibat gangguan teknis, namun kepastian penyebabnya masih menunggu investigasi resmi.
Baca Juga: Logo PKI dan Bir Mahal Jadi Barang Bukti Demo Polres Samarinda, Panen Cibiran publik
Adapun daftar korban jatuhnya helikopter BK117 D3 milik Estindo Air adalah sebagai berikut:
• Captain Haryanto
• Eng. Hendra
• Mark Werren (Amerika Serikat)
• Yudi Febrian
• Andys Rissa Palulu
• Santha Kumar (India)
• Claudine Quito (Brasil)
• Iboy Irfan Rosa
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!