Bahkan dirinya pernah bergabung dalam organisasi Advokat yakni Peradi.
“Kedua, saya pernah berprofesi sebagai advokat. Ada kok, boleh saya tunjukkan?,” akunya.
“Terakhir itu Tahun 2012 saya aktif di Peradi. Peradi Tahun 2012 sudah berakhir dan tidak saya perpanjang,” imbuhnya sambil menunjukkan bukti keanggotaannya di Peradi.
Dengan latar belakang sebagai Advokat, Rahman menegaskan bahwa sudah wajar apabila public speakingnya cukup baik.
“Jadi wajar kalau saya punya public speaking yang baik,” ujarnya.
“Jadi untuk public speaking saya rasa ya memang bidang saya, gitu. Kok dipermasalahkan, jadi sangat lucu,” tambahnya.
Sementara itu mengenai jaket yang dianggap masih mulus dan kinclong, Rahman menjelaskan jika dirinya memiliki lebih dari satu jaket.
Rahman mengaku memiliki 6 jaket dan berganti – Ganti setiap satu minggu sekali. Ia menghindari berdandan lusuh didepan customernya.
Sehingga saat mendapatkan kesempatan diundang oleh Wapres, Rahman mengaku memilih untuk berpenampilan sebaik mungkin.
Baca Juga: Siapa Subhan? 5 Fakta di Balik Warga Sipil Berani Gugat Gibran Rp 125 Triliun Karena Ijazah
“Mengenai jaket, saya punya jaket 6. Seminggu sekali saya pasti Ganti,” akunya.
“Jadi kalau kita narik aja nih pakek jaket lusuh, komplain customer pasti ada. Apalagi kita dipanggil oleh seorang pejabat, etikanya seperti apa, itu yang paling penting,” tambahnya.
Sementara soal Sepatu branded, Rahman mengakui jika dirinya memang mengenakan Sepatu branded.
Namun, Rahman menegaskan jika Sepatu tersebut adalah hadiah yang diberikan oleh kakaknya.
“Mengenai Sepatu, katanya kok sepatunya ojol mahal. Memang kita nggak boleh beli barang – barang branded?,’ ucapnya.
“Iya mungkin ini (sambil menunjuk Sepatu), dan ini juga hadiah dari kakak saya Ketika lebaran kemarin. Asli Skechers loh, dan ini kakak saya yang beliin, kenapa ini jadi satu permasalahan, kalau ojol pakai barang – barang branded,” imbuhnya.
Rahman menegaskan bahwa tidak semua driver ojol adalah kaum terpinggirkan maupun berkelas bawah.
Salah satu contohnya adalah dirinya, yang masih bisa membeli barang – barang branded original.
“Saya pakai jam tangan casio, saya beli Rp 1.000.000 harganya. Apa gini – gini masalah bagi mereka?,” ujarnya.
“Ya kan? Jadi seolah – olah ojol ini adalah kaum terpinggirkan, kaum yang paling kelas bawah, tidak berhak menggunakan kata – kata intelektualitas, tidak berhak menggunakan barang – barang branded,” sambungnya.
Rahman menyayangkan dengan apa yang sudah dituduhkan oleh Roy Suryo. Ia membuka pintu lebar untuk Roy apabila ingin meminta klarifikasi dari dirinya.
“Sungguh mengenaskan kalau mereka punya pemikiran seperti itu. Saya sih nggak marah, saya nggak mengharap apa – apa. Tapi sangat saya sayangkan, itu aja,” ujarnya.
“Monggo kalau mereka butuh klarifikasi dari saya, silahkan datang ke rumah saya, silahkan ketemu saya,” tambahnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat
-
Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan
-
Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah
-
Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN
-
Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK
-
'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus
-
Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok
-
Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji
-
KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?