- Bisa Disaksikan di Seluruh Wilayah Maluku Utara
- BMKG Ternate: Puncak Gerhana Bulan Total Terjadi Pukul 03.11 WIT
- Tahun 2025, Maluku Utara Dua Kali Alami Gerhana Bulan Total
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, menyebut gerhana bulan total yang terjadi pada Senin, (8/9) dini hari dapat dilihat di seluruh langit kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara (Malut).
"Gerhana bulan total ini untuk wilayah Malut sebentar terjadi sekitar pukul 00 : 26 WIT dan lokasi yang dilakukan pemantauan dari tim BMKG sendiri di halaman kantor," kata petugas Operasional BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Nawir saat dikonfirmasi di Ternate, Minggu 7 September 2025.
Gerhana bulan total ini akan melintasi di sepuluh kabupaten/kota di Malut, sehingga masyarakat bisa menyaksikan secara langsung.
Dia mengatakan, gerhana bulan total ini untuk tahun 2025 sudah terjadi sebanyak dua kali, yakni pada 14 Maret lalu dan 8 September ini.
"Nantinya waktu fase gerhana bulan total yang terjadi di Malut yakni dimulai pukul 00.26 WIT fase gerhana penumbra, kemudian pukul 01.26 WIT fase gerhana sebagian mulai," ungkapnya
Sedangkan untuk gerhana total mulai, 02.30 WIT, sementara puncak gerhana, 03.11 WIT, gerhana total berakhir, 03.53 WIT, bahkan gerhana sebagian berakhir pukul 04.56 WIT dan gerhana penumbra berakhir 05 : 56 WIT.
Dirinya menjelaskan, untuk gerhana bulan total itu akan terjadi saat posisi matahari, bumi dan bulan sejajar di satu garis lurus, sehingga membuat bulan masuk ke bayangan inti atau umbra bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Perkuat Kualitas SDM
-
Ditekan Tarif Trump, Inggris Pastikan Tidak Akan Mengalah soal Greenland
-
TKA Kini Jadi Syarat Baru SNBP 2026, Apa Dampaknya Bagi Calon Mahasiswa?
-
Aset Kemenhan Jadi Kebun Gula, Kejagung Bongkar Skandal HGU 85 Ribu Ha Tanah TNI AU
-
Diplomasi Teh Hangat Prabowo-Raja Charles III: Santai Ngeteh di Tengah Dinginnya London
-
Sudewo Diduga Terima Duit dari Kasus DJKA Saat Jadi Anggota Komisi V DPR RI
-
Usai 28 Izin Dicabut, Greenpeace Tagih Transparansi Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan
-
Kasus HGU di Lahan TNI AU Masuk Dua Jalur Hukum, Kejagung dan KPK Telusuri Dugaan Korupsi Lama
-
6 Fakta Kasus Guru Honorer Tri Wulansari, Tegur Murid Berujung Tersangka
-
Dicap 'Raja Bolos' Sidang MK, Anwar Usman Akhirnya Buka Suara: Saya Sakit