News / Metropolitan
Selasa, 09 September 2025 | 18:30 WIB
Penampakan SBY saat ikut merayakan HUT Partai Demokrat ke-24 tahun. (Dok. Partai Demokrat)

Suara.com - Partai Demokrat merayakan hari jadi ke-24 secara sederhana dengan tasyakuran dan doa bersama. Perayaan ini bertepatan dengan ulang tahun ke-76 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Demokrat.

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menyebut usia 24 tahun menjadi momentum penting bagi partai yang didirikan SBY pada 2001 itu untuk meneguhkan peran politiknya.

“Demokrat hadir bukan hanya untuk eksis, tapi mengawal pembangunan agar rakyat dapat merasakan kesejahteraan yang nyata,” ujar Mujiyono ditulis pada Selasa (9/9/2025).

Ia menegaskan Demokrat Jakarta akan terus konsisten memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja. 

“Kami percaya politik harus melahirkan manfaat konkret, bukan sekadar retorika. Itulah yang terus kami kawal di DPRD DKI maupun di lapangan,” katanya.

Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (tengah) usai membuka pameran seni lukis bertajuk "Art for Peace and a Better Future," di Jakarta, Sabtu (6/9/2025). [Suara.com/Bagaskara]

Mujiyono juga mengenang kepemimpinan SBY yang dinilainya sebagai teladan.

“Pak SBY adalah bapak bangsa. Dalam kepemimpinannya, kita melihat bagaimana demokrasi dijaga, ekonomi tumbuh stabil, dan persatuan bangsa tetap terpelihara,” ucapnya.

Menurutnya, SBY menghadapi masa kepemimpinan yang penuh tantangan, mulai dari krisis global, konflik di berbagai daerah, hingga bencana tsunami dan ancaman terorisme. 

“Pak SBY menghadapi itu dengan gaya kepemimpinan yang khas. Sebagian menyebutnya lamban, sebagian menilainya hati-hati. Namun beliau percaya bahwa kekuasaan bukanlah pentas untuk akrobat, melainkan ruang untuk menimbang dan mendengar,” ujarnya.

Baca Juga: Terkuak! Brigjen Juinta Omboh Ternyata Mau Polisikan Ferry Irwandi tapi Gagal, Apa Alasannya?

Di tengah tren kepemimpinan yang serba instan, Mujiyono menilai gaya reflektif SBY justru berharga. 

"Pak SBY bukan hanya sabar, tetapi juga reflektif. Hampir setiap persoalan besar diuraikan dengan argumen konseptual. Itu yang membuat beliau langka dan berkelas,” katanya.

Perayaan yang digelar sederhana itu dihadiri kader, simpatisan, serta masyarakat. Mereka mendoakan kebaikan bagi partai, bangsa, dan kesehatan SBY.

“Kami berdoa agar Pak SBY senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan tetap menjadi panutan bagi bangsa Indonesia,” tutur Mujiyono.

Mujiyono menambahkan, Demokrat kini memasuki usia kedewasaan.

“Usia 24 adalah usia kedewasaan. Kami harus semakin matang, solid, dan siap mengawal agenda pembangunan nasional,” ujarnya.

Load More