- Menteri Keuangan baru, Purbaya, dinilai perlu memperbaiki komunikasi publik karena ucapannya berpengaruh besar terhadap pasar dan ekonomi.
- Presiden Prabowo diapresiasi atas gaya komunikasinya menghadapi kerusuhan, meski dinilai masih ada inkonsistensi dalam tindak lanjut
- Hendri Satrio menekankan pentingnya komunikasi politik yang efektif dari seluruh pejabat serta eksekusi cepat atas tuntutan masyarakat
Suara.com - Pelantikan Menteri Keuangan yang baru telah memicu berbagai sorotan, terutama terkait gaya komunikasi politiknya.
Pengamat komunikasi politik terkemuka, Hendri Satrio, menyoroti sejumlah aspek krusial dalam diskusi terbarunya.
Pada video yang diunggah akun YouTube Bambang Widjojanto, berdiskusi dengan Hendri Satrio mengenai isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia.
Pada video tersebut Hendri Satrio mengungkapkan penilaiannya bahwa Menteri Keuangan yang baru, Purbaya, masih perlu memperbaiki komunikasi publiknya, terutama mengingat posisinya yang sangat berpengaruh terhadap pasar dan ekonomi.
“Seharusnya Menteri Keuangan tidak terlalu banyak bicara," ujar Hendri Satrio.
Ia membandingkan gaya Purbaya dengan mantan Menteri Keuangan seperti Sri Mulyani dan Bambang Brodjonegoro, yang dinilai lebih irit bicara namun banyak bekerja.
Purbaya, yang baru menjabat, telah melontarkan sejumlah janji ambisius seperti menaikkan pertumbuhan ekonomi 6-7 persen, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, menyehatkan fiskal, dan memperbaiki pasar.
“Janji-janji ini dicatat oleh investor dan pelaku pasar. Jika tidak terpenuhi, bisa berbahaya,” tambah Hendri Satrio.
Ia juga menyoroti reaksi pasar yang cenderung negatif terhadap pernyataan-pernyataan Purbaya yang terkesan menggampangkan masalah ekonomi.
Baca Juga: Gali Lubang Baru! Minta Maaf Soal 'Agen CIA', Anak Menkeu Kini Sebut 'Ternak Mulyono'
Hendri Satrio menambahkan bahwa gaya Purbaya yang 'apa adanya' sudah terlihat sejak ia menjabat di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Diskusi juga menyoroti kemampuan komunikasi politik Presiden Prabowo Subianto dalam mengendalikan kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Hendri Satrio mengapresiasi cara Prabowo menghadapi massa sendirian, tanpa didampingi jajaran menteri atau pejabat terkait lainnya.
“Saat kerusuhan itu, Pak Prabowo terlihat sendirian menghadapi massa, menghadapi rakyat” katanya.
Ia juga memuji penggunaan frasa "Tolong percaya pemerintahan saya" sebagai bentuk kerendahan hati Prabowo untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Namun, Hendri Satrio juga menggarisbawahi beberapa inkonsistensi, seperti pernyataan Prabowo yang akan menginvestigasi tindakan eksesif aparat tapi kemudian menjenguk dan menaikkan pangkat korban.
Berita Terkait
-
Analis Beri Peringatan: Reshuffle Menkeu Bisa Ancam Peringkat Utang Indonesia
-
Ngaku Merasa Terhormat Jadi Menteri Keuangan, Kinerja Purbaya Yudhi Sadewa Disorot
-
Bukan Cuma Tudingan 'Agen CIA'? Ini 4 Fakta Geger Lain dari Anak Menkeu Purbaya Sadewa
-
Usai Ratas dengan Prabowo, Menkeu Purbaya: Ekonomi Akan Tumbuh Lebih Cepat
-
Mendadak Viral, Anak Menkeu Klaim Modal Nabung Jadi Miliarder di Usia 18 Tahun
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah