- Rapat kerja perdana Purbaya Yudhi Sadewa dengan Komisi XI DPR RI mendadak cair dan penuh tawa
- Alih-alih menampilkan wajah kaku, Purbaya memanfaatkan momen dengan humor cerdas.
- Dengan humor segar, termasuk saat menggoda Sekjen Kemenkeu, Purbaya sukses mencairkan suasana dan membangun chemistry positif dengan anggota dewan.
Suara.com - Suasana tegang yang biasanya menyelimuti rapat anggaran di DPR RI mendadak pecah oleh tawa. Pelakunya? Tidak lain adalah Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dalam rapat kerja perdananya dengan Komisi XI DPR RI, justru membuat "pengakuan dosa" yang membuat seisi ruangan menjadi tertawa.
Momen debutnya ini sontak menjadi viral, bukan karena paparan ekonominya yang rumit, melainkan karena ia secara blak-blakan mengakui bahwa era "koboy"-nya kini telah berakhir.
1. Disindir DPR, Dibalas dengan Tawa
Semua berawal dari sebuah celetukan santai dari salah seorang pimpinan rapat Komisi XI. Sadar akan reputasi Purbaya yang dikenal blak-blakan dan tanpa filter saat menjabat sebagai Ketua LPS, pimpinan rapat memberi sebuah nasihat jenaka.
"Pak Menteri, boleh koboy tapi ada isinya," ujar pimpinan rapat, yang langsung disambut tawa Purbaya dan anggota dewan lainnya.
2. Pengakuan Sang Mantan 'Koboy'
Alih-alih tersinggung, Purbaya justru memanfaatkan momen itu untuk membuat pengakuan yang sangat jujur.
Ia mengakui bahwa jabatannya sebagai Menteri Keuangan kini memaksanya untuk mengubah total gaya komunikasinya.
"Ini kunjungan saya yang pertama sebagai Menteri Keuangan... Biasanya sebagai (Ketua) LPS," buka Purbaya.
Baca Juga: Peter F Gontha Bongkor Sosok Asli Purbaya Yudhi Sadewa: Bukan Rotasi Kabinet Biasa!
"Kalau waktu Ketua LPS, saya katanya ngomongnya kayak agak koboy, sekarang nggak boleh saya," lanjutnya sambil tertawa, seolah menyadari betapa berbedanya dunia yang kini ia masuki.
Ia bahkan menegaskan bahwa kini ia harus patuh pada pidato yang sudah disiapkan stafnya.
"Saya baru merasakan dampaknya, rupanya beda. Jadi sekarang saya akan stick to the speech (mengikuti naskah pidato)," katanya, yang lagi-lagi memicu gelak tawa.
3. Bukan Sekadar Lelucon, Ini Strategi Cerdas
Di balik kelucuannya, momen "pengakuan" ini dilihat oleh para pengamat sebagai sebuah langkah politik yang sangat cerdas dari Purbaya.
Ia berhasil mencairkan suasana dan membangun hubungan baik dengan para anggota dewan sejak hari pertama, yang sangat krusial untuk kelancaran persetujuan anggaran ke depannya.
Berita Terkait
-
Peter F Gontha Bongkor Sosok Asli Purbaya Yudhi Sadewa: Bukan Rotasi Kabinet Biasa!
-
Bukan Cuma Anak Menkeu, Ini Sumber Kekayaan Yudo Sadewa yang Dihujat Netizen
-
Bukan Kaleng-kaleng, Karyawan Kemenkeu Bongkar Sosok Menkeu Baru Purbaya Yudhi
-
Jurus Baru Menkeu Purbaya: Pindahkan Rp200 Triliun dari BI ke Bank, 'Paksa' Perbankan Genjot Kredit!
-
Mengenal Apa Itu Mental Pengemis, Disebut Yudo Anak Menkeu sebagai Ciri Orang Miskin
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Bisa Melemahkan Negara dan Presiden
-
Sesuai Mandat Reformasi, Kapolri Nilai Posisi Polri Langsung di Bawah Presiden Sudah Ideal
-
Tiga Tahun Nihil Serangan Teror, Kapolri Waspadai Perekrutan 110 Anak Lewat Ruang Digital
-
Kapolri Dorong Perpol 10/2025 Masuk Revisi UU Polri, Tegaskan Tak Melawan Putusan MK
-
Saut Situmorang: Demokrasi Mahal Jadi Akar Korupsi, OTT KPK Hanya Puncak Gunung Es
-
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem Besok, Pramono Anung Kebut Pengerukan Kali dan Modifikasi Cuaca
-
Tolak Wacana Menteri Kepolisian, Kapolri: Lebih Baik Saya Jadi Petani
-
Bikin Heboh di Sidang Tipikor, Eks Wamenaker Noel Minta Hukuman Mati
-
KUHP Bukan Kitab Suci, Wamen Hukum Siap Pasang Badan Jelaskan Pasal yang Digugat ke MK