- Sanksi tegas akan diberikan kepada F jika terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut
- Keterlibatan anggota TNI berinisial F terungkap berkat pengakuan tersangka Eras Musuwalo
- Adrianus Agau menyebut setelah menculik Ilham, Eras dan ketiga rekannya saat itu langsung menyerahkan korban ke F.
Suara.com - Anggota TNI berinisial F yang diduga terlibat kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu bank BUMN, Muhammad Ilham Pradipta (37) terancam sanksi berat.
Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen Freddy Ardianzah.
Ia memastikan sanksi tegas akan diberikan kepada F jika terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
"Perlu kami tegaskan, bahwa TNI sangat serius menanggapi setiap dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan prajurit, apalagi jika berkaitan dengan tindak pidana berat seperti pembunuhan," kata Freddy kepada wartawan, Kamis (11/9/2025).
Hingga kekinian F diketahui masih diperiksa secara intensif oleh Pomdam Jaya. Freddy mengklaim pihaknya akan bertindak profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini.
"Siapa pun prajurit yang memenuhi unsur-unsur pelanggaran hukum, terbukti melakukan pelanggaran atau tindak pidana akan diproses secara tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," katanya.
Perintah Culik
Keterlibatan anggota TNI berinisial F terungkap berkat pengakuan tersangka Eras Musuwalo.
Saat diperiksa Polda Metro Jaya ia bersama tiga tersangka lainnya mengaku diperintah oleh F untuk menculik Ilham di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Timur pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Baca Juga: Setelah Demonstrasi Rusuh, Mabes TNI Ajak Ormas Hidupkan Lagi Pam Swakarsa
Kuasa hukum Eras, Adrianus Agau menyebut setelah menculik Ilham, Eras dan ketiga rekannya saat itu langsung menyerahkan korban ke F. Namun tak lama kemudian ia kembali dihubungi F untuk membuang jazad korban yang ketika itu sudah tidak bernyawa.
"Pada saat waktu ketemu lagi, di situlah bahwa mereka melihat korban ini sudah tidak bernyawa lagi," ujar Adrianus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (26/8/2025).
Belasan Tersangka Ditangkap
Jasad Ilham ditemukan di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada Kamis, 21 Agustus 2025 dalam kondisi mengenaskan; tangan dan kaki terikat serta mata dilakban.
Belakang terungkap korban diculik dan dibunuh usai menggelar pertemuan dengan rekan kerjanya di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025).
Dalam rekaman CCTV yang diterima redaksi Suara.com korban terlihat diculik oleh beberapa pria dan dibawa dengan mobil putih.
Berita Terkait
-
Niat Laporkan Ferry Irwandi, Polisi Sebut Institusi TNI Tak Bisa Tuntut Pencemaran Nama Baik
-
TNI Bantah 5 Info Viral: Dari Intel BAIS Dituduh Provokator Hingga Pelajar Ngaku Tentara Saat Demo
-
Dudung Abdurachman Buka Suara Soal Darurat Militer: "Tahapannya Panjang!
-
Setelah Demonstrasi Rusuh, Mabes TNI Ajak Ormas Hidupkan Lagi Pam Swakarsa
-
Beredar Video Anggota TNI Diamankan Saat Kerusuhan Palembang, Ini Klarifikasi Lengkapnya
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!