Siapa Letkol Untung sehingga foto eksekusinya membuat banyak orang tertarik, termasuk Hanung Bramantyo?
Sebagai informasi, dalam sejarah, Letkol Untung diungkap sebagai salah satu pelaku G-30-S pada 1965.
Letkol Untung Sjamsuri menggerakkan pasukan untuk menculik sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat.
Di antaranya Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, dan Brigjen Sutoyo Siswomiharjo.
Sempat kabur, Letkol Untung ditangkap di Tegal, Jawa Tengah untuk kemudian menjalani persidangan Mahkamah Militer Luar Biasa.
Pada 7 Maret 1966, Letkol Untung divonis mati karena terbukti ikut menyusun operasi G-30-S. Letkol Untung dieksekusi mati pada 1967 di Cimahi, Jawa Barat.
Di sisi lain, Hanung Bramantyo sebagai sutradara beberapa kali membuat film yang berkaitan dengan G-30-S PKI.
Sebut saja film Lentera Merah (2006) dan yang terbaru Gowok (2025) meski Hanung Bramantyo hanya menyisipkannya sebagai bagian dari cerita, bukan fokus utama.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Baca Juga: Penampakan Langit Chili yang Berwarna Kuning Akibat Kebakaran Hutan
Berita Terkait
-
Bikin Merinding, Begini Ngerinya Aliran Lahar Gunung Mauna Loa yang Meletus
-
Penjaga Pantai Yunani Selamatkan 500 Imigran dari Badai
-
Banjir Ubah Kota Shkodra di Albania jadi Seperti Danau Raksasa
-
Penampakan Mural Seniman Banksy Hiasi Bangunan Hancur di Ukraina
-
Melihat Pertanian Vertikal di Skotlandia yang Menggunakan Teknologi LED
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian