- Penculikan Kacab BUMN dilakukan di Lotte Mart, Pasar Rebo.
- Kopda FH sempat mengancam menurunkan korban bila tak ada tim penjemput.
- Selain 2 Anggota TNI, 15 sipil ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini.
Suara.com - Polisi Militer Kodam Jaya membeberkan detail peran dua prajurit TNI AD dari satuan Kopassus, Serka N dan Kopda FH, dalam kasus penculikan hingga pembunuhan Kepala Cabang atau Kacab bank BUMN, MIP (37).
Salah satu momen krusial yang terungkap adalah ketika Kopda FH sempat mengancam akan melepaskan korban karena tim penjemput yang dijanjikan tak kunjung datang.
Danpomdam Jaya Kolonel CPM Donny Agus Priyanto mengatakan, awal mula kasus ini terjadi pada 17 Agustus 2025.
Saat itu, tersangka JP mendatangi rumah Serka N dan menawarkan pekerjaan untuk menjemput seseorang yang akan dihadapkan kepada bosnya, DH alias Dwi Hartono.
Tawaran itu kemudian diteruskan Serka N kepada Kopda FH.
“Pada tanggal 18 Agustus 2025, Serka N menelepon Kopda FH untuk meminta bantuan melaksanakan kegiatan penjemputan terhadap seseorang yang diminta oleh saudara DH,” kata Donny saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Kopda FH menerima tawaran itu setelah meminta uang operasional Rp5 juta.
Sehari sebelum eksekusi, Serka N kembali mendapatkan Rp95 juta dari JP, lalu menyerahkan kepada Kopda FH di sebuah kafe di Rawamangun.
Uang itu kemudian digunakan Kopda FH untuk mengumpulkan tim eksekutor, termasuk EW dan empat orang lainnya.
Baca Juga: Peran 2 Anggota Kopassus di Kasus Pembunuhan Kacab Bank: Atur Penculikan hingga Buang Jasad
Pada 20 Agustus 2025 siang, JP memberi informasi bahwa korban berada di Lotte Mart, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Tim penculik yang dipimpin Kopda FH langsung bergerak.
Korban disergap di area parkir Lotte Grosir dan dimasukkan ke mobil Avanza putih. Namun, rencana penyerahan korban kepada tim lain gagal.
“Selanjutnya setelah korban berhasil dibawa, dalam perjalanan Kopda FH menelpon Saudara JP menanyakan mana tim yang akan menjemput," ujar Donny.
"Namun tim yang akan jemput tidak kunjung datang sehingga pada saat itu Kopda F sempat mengancam kepada JP apabila tidak ada tim yang menjemput maka korban akan diturunkan,” ungkapnya.
Akhirnya, Kopda FH dan tim bertemu JP, Serka N, U, dan DS di bawah flyover Kemayoran. Korban dipindahkan ke mobil Fortuner hitam yang dikendarai Serka N.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo soal 'Londo Ireng', Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh