- Heboh aksi emak-emak berhijab cegat mobil angkot di tengah jalan.
- Aksi mengamuk itu lantaran emak-emak itu tak terima suaminya 'digoda' penumpang wanita di angkot tersebut.
- Peristiwa itu pun sampai membuat jalanan macet.
Suara.com - Baru-baru ini jagat maya digemparkan dengan video seorang wanita yang mengamuk di jalanan. Bahkan, emak-emak berhijab itu mencegat sebuah angkutan kota (angkot) gegara mempergoki suaminya menatap penumpang wanita yang diduga menebar senyum.
Aksi emak-emak ngamuk dengan mencegat angkot membuat kondisi jalanan macet. Video yang merekam peristiwa itu viral setelah beredar di media sosia, salah satunya dibagikan ulang akun Instagram, @Info_jakartaupdate.
"Turun gak lo, turun," pekiknya sambil mengadang angkot sembari menunjuk-nunjuk ke arah penumpang wanita di samping sopir angkot.
Saat mencegat mobik angkot di tengah jalan, wanita itu juga terlihat menenteng helm.
Dalam video tersebut, alasan wanita itu mencegat mobil angkot karena pandangan mata suaminya yang mengarah ke penumpang wanita yang duduk di samping sopir.
Lantaran dianggap menebar senyum kepada suaminya, wanita itu mendadak turun dari sepeda motor dan langsung mencegat angkot yang ditumpangi wanita berbaju putih itu.
Menurut narasi dalam unggahan video itu, aksi mengamuk emak-emak terjadi Jalan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Minggu (21/9/2025) lalu.
Aksi emak-emak itu pun menyedot perhatian para pengguna jalan lainnya. Bahkan sopir angkot itu ikut geram hingga sempat memaksa wanita itu untuk tidak mengadang kendaraannya. Namun, usaha itu terlihat sia-sia lantaran emak-emak hijab itu ngotot mendesak penumpang wanita yang diduga menggoda suaminya untuk turun dari angkot.
Dalam video, wanita penumpang angkot itu akhirnya turun dan sempat menjadi bulan-bulanan amukan emak-emak yang cemburu karena merasa suaminya digoda.
Baca Juga: Sastrawan Kritik Prabowo di PBB: Bicara Perdamaian Dunia tapi Polisi Tangkapi Orang Tak Bersalah!
Berdasar keterangan video itu, kedua wanita itu akhirnya berdamai setelah dilakukan mediasi.
Berita Terkait
-
Sastrawan Kritik Prabowo di PBB: Bicara Perdamaian Dunia tapi Polisi Tangkapi Orang Tak Bersalah!
-
Anhar Gonggong Tertawa Geli Polisi Sita Buku Franz Magnis Suseno: Harusnya Baca Dulu Isinya!
-
Sebut Wanita di Video Rampok Uang Negara 'Mainan', Ekspresi Santai Istri Wahyudin Moridu Disorot!
-
Wahyudin Moridu Pamer Nabung Duit usai Dipecat Anggota DPRD, Melanie Subono Murka: Drama!
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian