- Serapan anggaran program MBG baru sekitar 22 persen.
- Program Makan Bergizi Gratis dinilai banyak bermasalah dan perlu dievaluasi total.
- Menteri Keuangan akan mengalihkan alokasi anggaran MBG ke program lain jika serapan anggaran tidak bergerak.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi kebijakan unggulan pemerintah dinilai masih jauh dari optimal. Hingga September 2025, serapan anggaran program ini baru mencapai Rp 15,7 triliun dari total pagu Rp 71 triliun, atau hanya sekitar 22 persen.
Menanggapi hal ini, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak agar dana yang tidak terserap dialihkan untuk sektor pendidikan, khususnya untuk kesejahteraan dan peningkatan kapasitas guru.
Data menunjukkan bahwa dana sebesar Rp 6 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan 1.542 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahkan belum terpakai sama sekali.
Lambatnya penyerapan ini telah memicu respons dari pemerintah. Menteri Keuangan Yudhi Purbaya Sadewa sebelumnya menginstruksikan, jika hingga Oktober 2025 serapan anggaran MBG tidak bergerak, dana tersebut akan dialihkan untuk sektor lain, termasuk menutup defisit APBN.
FSGI: Alihkan untuk Kesejahteraan dan Pelatihan Guru
FSGI menyambut baik wacana pengalihan tersebut, tapi dengan usulan yang spesifik. Menurut mereka, jika dana MBG tidak terpakai, akan lebih bermanfaat jika dialihkan untuk memperkuat sektor pendidikan.
"Misalnya untuk peningkatan kualitas guru melalui berbagai pelatihan," kata Ketua Umum FSGI, Fahmi Hatib, dalam keterangannya, Rabu (24/9/2025).
Fahmi mencontohkan, pada tahun 2025, biaya pelatihan guru yang memakan biaya Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per orang masih sepenuhnya ditanggung oleh sekolah melalui dana BOS. Beban ini dinilai sangat memberatkan bagi sejumlah guru dan sekolah.
Empat Rekomendasi Utama FSGI
Baca Juga: Kepala BGN Buka Suara! Ungkap Biang Kerok Ratusan Siswa Cipongkor Keracunan MBG, Ini Penyebabnya
Atas dasar itu, FSGI mengajukan empat rekomendasi utama kepada pemerintah:
- Evaluasi Total: Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG dengan melibatkan pihak-pihak yang paling terdampak, yaitu guru, sekolah, siswa, dan orang tua.
- Moratorium: Menghentikan sementara program MBG selama proses evaluasi berlangsung dan memetakan ulang wilayah penerima agar tepat sasaran.
- Buka Masukan Publik: Membuka kanal masukan dari publik, mengingat setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda-ika.
- Alihkan Anggaran: Mengalihkan anggaran MBG yang tidak terserap untuk peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, termasuk tunjangan bagi guru honorer dan tunjangan profesi bagi guru yang sudah bersertifikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah