-
KPA desak penanganan konflik agraria tanpa melibatkan TNI-Polri.
-
Mengubah cara penyelesaian sengketa dari represif menjadi dialogis.
-
Audiensi dihadiri pejabat tinggi, sinyal keseriusan isu agraria.
Suara.com - Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mendesak penghentian pengerahan aparat TNI-Polri dalam penanganan konflik agraria dan ganti dengan pengerahan langsung para menteri terkait.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, dalam audiensi di hadapan pimpinan DPR dan jajaran Menteri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Menurut Dewi, pendekatan keamanan yang selama ini diterapkan seringkali gagal menyelesaikan akar masalah dan justru memicu konfrontasi.
Ia mengusulkan perubahan total dalam cara negara merespons sengketa tanah.
"Kalau bisa, pak Pimpinan DPR, kalau ada konflik agraria itu atau ada masyarakat mempertahankan tanahnya itu, yang diturunkan jangan Polisi dan TNI. Yang diturunkan itu adalah para menteri, perwakilan dari kementerian dan lembaga," kata Dewi.
Ia menjelaskan bahwa dengan model saat ini, petani, nelayan, dan perempuan di pedesaan terpaksa berhadapan langsung dengan aparat keamanan.
KPA berharap, dengan kehadiran para menteri sebagai pengambil kebijakan, penyelesaian konflik dapat bergeser dari pendekatan legalistik yang kaku menjadi dialog yang lebih humanis dan komprehensif.
"Jadi petani, nelayan, perempuan di pedesaan itu tidak lagi dengan polisi dan TNI. Pendekatannya jangan legalistik," tambahnya.
Didukung Penuh Pejabat Tinggi
Baca Juga: Hari Tani Nasional 2025: Gerbang Tani Soroti Ketimpangan Tanah dan Mendesak Reforma Agraria
Audiensi ini menunjukkan tingkat keseriusan yang tinggi, terlihat dari kehadiran sejumlah pejabat kunci dari lembaga legislatif dan eksekutif.
Dari pihak parlemen, hadir Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).
Sementara itu, jajaran pemerintah yang hadir meliputi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Turut hadir pula Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari serta perwakilan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Sekretariat Negara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan