Suara.com - Kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan (39), masih menyisakan tanda tanya besar. Ia ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kos di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi, 8 Juli 2025, dengan kondisi kepala terlilit lakban.
Peristiwa ini membuat publik juga menaruh perhatian terhadap sosok Meta Ayu Puspitantri yang mencari keadilan dan kebenaran atas kematian sang suami.
Di balik duka yang mendalam, sang istri, Meta Ayu Puspitantri, mengaku bingung dengan sikap penyidik yang menjadikan alat kontrasepsi atau kondom sebagai salah satu barang bukti utama.
Meta menegaskan bahwa kondom yang ditemukan di kamar kos suaminya adalah miliknya. Menurutnya, barang tersebut ia bawa ketika berkunjung ke Jakarta untuk menemui sang suami.
Oleh karena itu, ia merasa heran mengapa polisi menjadikan benda tersebut sebagai barang bukti penting, sementara barang lain yang juga ada di kamar, seperti drone hingga sepeda, tidak mendapat perhatian serupa.
Meta juga keberatan jika kematian sang suami dihubungkan dengan isu perselingkuhan. Ia menolak keras adanya framing negatif terhadap sosok suaminya, yang semasa hidup dikenal sebagai diplomat cerdas dan berdedikasi.
Berkaitan dengan itu, kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprilindo, juga membenarkan pernyataan Meta. Ia mengungkapkan bahwa alat kontrasepsi yang ditemukan di kamar kos memang milik Meta, bukan milik Arya.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XIII DPR RI pada Selasa, 30 September 2025, di Gedung DPR RI.
Nicholay menilai temuan polisi seharusnya tidak disalahartikan. Ia bahkan meminta agar framing negatif terhadap Arya segera dihentikan.
Baca Juga: Kematian Diplomat Arya Daru: DPR Desak Investigasi Independen dan Ekshumasi
Sebelumnya, Polda Metro Jaya diketahui menyita 103 barang bukti dari penyelidikan kasus ini. Selain kondom, polisi juga mengamankan pelumas, pakaian, dua laptop, lakban kuning, kartu akses kamar kos, beberapa flashdisk, DVR CCTV, hingga buku yang ditulis Arya sendiri.
Sosok Meta Ayu Puspitantri
Di balik polemik ini, publik menaruh perhatian pada sosok Meta Ayu Puspitantri. Ia adalah putri dari Prof. Basu Swastha Dharmmesta, MBA, Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) yang dikenal luas sebagai akademisi senior di bidang pemasaran.
Meta sendiri merupakan alumnus FEB UGM angkatan 2005, sedangkan Arya adalah lulusan Hubungan Internasional FISIPOL UGM di tahun yang sama.
Meta dikenal sebagai sosok yang hangat dan dekat dengan seni. Di media sosial, ia memperkenalkan diri sebagai “amateur art enthusiast”. Ia aktif membagikan momen keluarga serta ketertarikan seninya lewat akun Instagram pribadi, @puspitantri.
Selain itu, ia juga memiliki kanal YouTube bernama It’s Puspitantri, yang berisi dokumentasi kehidupan mereka sebagai keluarga diplomat di luar negeri.
Berita Terkait
-
Pengacar Arya Daru Pangayunan Minta Polisi Dalami Sosok Vara dan Dion, Siapa Dia?
-
Istri Arya Daru Bantah Selingkuh: Vara dan Dion? Hubungan Suami Saya Profesional
-
Misteri Kematian Arya Daru: Pengacara Desak Polisi Periksa 2 Saksi Kunci!
-
Kematian Diplomat Arya Daru: DPR Desak Investigasi Independen dan Ekshumasi
-
Istri Arya Daru Bantah Isu Selingkuh di Balik Kematian Suami: Soal Kondom, Ini Penjelasannya!
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini