- Podcast Denny Sumargo yang menghadirkan Nurul Sahara resmi dibatalkan penayangannya
- Alasan utama penolakan netizen adalah kekhawatiran bahwa podcast tersebut akan menjadi ajang klarifikasi sepihak
- Muncul tuduhan baru dari warganet yang mengaku sebagai tetangga lama, menyebutkan bahwa Nurul Sahara juga pernah bermasalah
Suara.com - Upaya Nurul Sahara untuk memberikan klarifikasi versinya dalam perseteruan panas dengan Yai Mim di podcast Denny Sumargo harus kandas di tengah jalan. Podcast yang rencananya akan tayang pada Rabu (1/10/2025) pukul 19.00 WIB itu resmi dibatalkan setelah Denny Sumargo tunduk pada suara mayoritas netizen yang menolak keras penayangannya.
Keputusan ini diambil setelah warganet berbondong-bondong memberikan suara mereka, meminta agar kanal YouTube Denny Sumargo tidak menjadi panggung bagi Nurul Sahara. Bagi netizen, podcast untuk Yai Mim adalah wadah bagi yang terzalimi, bukan ajang adu klarifikasi yang berpotensi memutarbalikkan fakta.
Sikap tegas warganet ini bukan tanpa alasan. Kolom komentar Denny Sumargo dibanjiri argumen yang meminta tayangan itu dibatalkan, dengan kekhawatiran bahwa pihak Sahara telah mempersiapkan skenario untuk menyudutkan Yai Mim.
“SARAN BANG, JANGAN DI UP DEH, KENPAA? 1. Ini kan wadah bagi yai mim, Karena yai mim gak di berikan kesempatan berdiskusi, musyawarah di komplek RT/RWnya, diusir sepihak tanpa adanya kesepakatan dari kedua belah pihak. DISITULAH PERAN BANG DENSU SEBAGAI WADAH UNTUK MENGUNGKAP UNEK2 YANG PINGIN YAI MIM KELUARAN. BUKAN UNTUK SALING KLARIFIKASI MERASA KEDUANYA BENAR!! Biarlah HUKUM yang jalan. 2. karena video yai mim sudah di up duluan, otomatis pihak mbak Sahara sudah menyiapkan skenario sedemikian rupa agar yai mim salah dan terfinah, walaupun yai mim benar,” tulis akun @Solat****.
Komentar lain bahkan menyebut Denny Sumargo kurang mendalami kasus tersebut secara utuh.
“Gausah bang, lagian dikasus ini sepertinya njenengan kurang memahami dan mendalami kasusnya, banyak yg ga nyambung dan ga mudeng dg bahasa yg diucapkan yai mim dengan clue clue atau bisa dikatakan mungkin “bahasa njlimetnya” . Mending gausaah. Netijen udah bisa nilai dan sudah pintar2 semuaa..,” tulis akun @ayu*****.
Tuduhan semakin serius ketika seorang warganet yang mengaku sebagai tetangga lama Sahara di lokasi sebelumnya ikut angkat bicara, menyebut bahwa Sahara memang kerap bermasalah.
“Ga usah tayang bang... Ada tetangga Sahara di tempat tinggal sebelumnya yang speak up kalo Sahara dak suaminya di daerah sebelumnya yang masih deket situ juga ( Rt 8 Joyogrand ) memang bermasalah sama tetangga... Sering berisik ampe tengah malem bahkan ampe dini hari dan warga situ akhirmya berembug dan Sahara disuruh pindah dan pindahkan ke sebelah Yai Mim itu... Eh bermasalah juga disitu...,” ungkap akun @han_*****.
Pembatalan ini menjadi babak baru dari perseteruan viral antara Imam Muslimin, atau Yai Mim, dengan Nurul Sahara, pemilik rental mobil di Perumahan Joyogran, Malang. Konflik ini meledak setelah Yai Mim terekam berguling-guling di tanah dengan kepala diperban, buntut dari masalah parkir mobil rental.
Baca Juga: Profil Yai Mim, Eks Dosen UIN Malang Kehilangan Segalanya Usai Viral Cekcok dengan Tetangga
Menurut penuturan istri Yai Mim, Rosida Vignesvari, masalah bermula saat mobil rental Sahara memblokir pintu pagar rumahnya pada 7 Agustus 2025. Upayanya membangunkan karyawan Sahara untuk memindahkan mobil gagal total. Sahara justru menyuruh Rosida memindahkannya sendiri.
"Saya telepon kedua kalinya, 'Mbak ini anak-anak tetap gak bisa dibangunin', terus Bu Sahara tetap (bilang), 'bangunin Mbak sampai bisa'," kata Rosida dalam Youtube Denny Sumargo pada 29 September 2025. "Saya bangunin lagi untuk ketiga kalinya saya telepon dia 'Mbak, ini anak-anak gak bisa dibangunin', 'yaudah kalau gitu pindahin sendiri ya mobilnya'," lanjutnya.
Yai Mim yang akhirnya memindahkan mobil tersebut tak sengaja menekan gas terlalu dalam karena kondisi jalan menurun, menimbulkan suara bising. Hal ini memicu amarah Sahara yang kemudian keluar rumah bersama seorang supirnya dalam kondisi berpakaian minim. Meski sempat saling memaafkan, konflik kembali memanas karena mobil-mobil rental Sahara terus parkir di depan rumah Yai Mim.
Berita Terkait
-
Profil Yai Mim, Eks Dosen UIN Malang Kehilangan Segalanya Usai Viral Cekcok dengan Tetangga
-
Kronologi Konflik Eks Dosen UIN Malang Yai Mim Vs Sahara, Masalah Parkir Sampai Dituduh Cabul
-
Dituduh Cabul Hingga Diusir Warga, Benarkah Eks Dosen UIN Malang Ini Korban Fitnah Tetangga Sendiri?
-
Viral Perang Tetangga di Malang: Yai Mim Diusir Warga Dituduh Cabul, Ternyata Ini Akar Masalahnya
-
Sosok Rosyida Istri Yai Mim, Ternyata Berpendidikan Sarjana Hukum
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya