News / Nasional
Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:53 WIB
Ponpes Al Khoziny (Dok. BNPB)

Suara.com - Basarnas resmi mengakhiri operasi pencarian korban ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny.

Diketahui, Basarnas menyatakan 104 orang selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk terdapat 8 body part.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menutup operasi ini lewat apel resmi di halaman Pondok Pesantren Putra Al Khoziny. Operasi dihentikan pada hari kesembilan.

“Hari ini masuk di hari kesembilan, kita telah menyelesaikan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban,” ujar Syafii.

Sementara di lokasi ambruknya gedung, sudah tak terlihat material yang menumpuk.

Tersisa kerikil pecahan beton yang berserakan, ada pula sedikit bilah sisa besi-besi konstruksi yang masih tertancap di tanah.

Ada pula dua ekskavator dan satu alat berat crane yang terparkir.

“Kita juga telah bisa memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh," ujar Syafii.

Baca Juga: Takdir atau Kelalaian? Polisi akan Usut Ambruknya Musala Al Khoziny yang Renggut 63 Nyawa Santri

"Dengan demikian operasi pencarian dan pertolongan korban resmi saya tutup," tegas Syafii.

Dengan selesainya operasi evakuasi korban ambruknya ponpes ini, Basarnas secara resmi mengakhiri tugasnya di sektor pencarian dan pertolongan.

Akan tetapi, pengawasan dan penanganan pascakejadian akan tetap dilanjutkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah.

“Apa yang kita tutup pada hari ini sebenarnya di koridor pencarian dan pertolongan. Tentunya terkait dengan apa yang nanti akan ditindaklanjuti, teman-teman bisa monitor perkembangannya,” tutur Syafii menyambung.

Ia menegaskan bahwa meski operasi Basarnas telah berakhir, lokasi masih dalam supervisi langsung BNPB.

Syafii juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan, termasuk relawan dan jurnalis, yang telah bekerja bersama selama sembilan hari penuh.

“Pada saat Badan SAR Nasional selesai melaksanakan tugas di sini, lokasi ini masih disupervisi langsung oleh BNPB. Terima kasih atas sinerginya selama ini. Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan teman-teman juga tidak sia-sia,” ujarnya bijak.

Ponpes Al Khoziny

Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh dan menindaklanjuti dengan proses hukum setelah proses evakuasi korban dinyatakan selesai.

“Jelas tetap nanti akan melakukan kegiatan proses (hukum) tapi yang utama sekarang ini adalah masalah kemanusiaannya dulu,” ujar Nanang.

Apabila seluruh proses evakuasi hingga pembersihan rampung, pihak kepolisian polisi akan memulai penyelidikan di TKP. Namun pihak kepolisan Polda Jatim kembali menegaskan hal itu menunggu proses evakuasi rampung seluruhnya.

“Pasti kami akan melangkah dari TKP. Namun TKP yang ada tentu bukannya TKP sebagaimana tindak pidana yang lain. Harus ada bukti yang memang benar-benar tidak terjamah atau terkontaminasi oleh hal lain,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menyambung.

Lebih lanjut, Nanang mengungkap bahwa kini tim penyidik tengah mengumpulkan seluruh data terkait konstruksi dan kronologi insiden robohnya bangunan empat lantai itu.

Nanang pun menegaskan, investigasi akan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk para ahli konstruksi dan keselamatan bangunan.

“Semua aspek akan ditelusuri, dari perizinan, struktur bangunan, sampai siapa yang bertanggung jawab,” ujar sumber kepolisian di internal Polda Jatim.

Kontributor : Anistya Yustika

Load More