-
Eiger raih penghargaan Partner Pendukung Media Lokal di Local Media Summit 2025.
-
Eiger menjaga kepercayaan jangka panjang dengan media berkat kualitas produknya.
-
Meskipun persaingan ketat, Eiger yakin produknya dikenal luas di masyarakat.
Suara.com - Hubungan antara sebuah brand dan media massa seringkali menjadi cerminan dari strategi komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.
Pada Apresiasi Night Local Media Summit 2025 yang digagas IMS dan Suara.com ini di Jakarta, Eiger berhasil meraih penghargaan pada kategori Partner Pendukung Media Lokal.
Public Relations Executive Eiger, Shulhan Syamsur Rijal mengatakan, bahwa koneksi Eiger dengan media sudah terjalin erat karena koleksi produknya telah menjadi kepercayaan dan mudah ditemukan di lapangan.
"Sebenarnya relasi Eiger dengan teman media tanpa ada saya dan yang lainnya, Eiger ini sudah terkenal dan ada di dalam bagian masyarakat," ujarnya, Selasa 7 Oktober 2025.
Shulhan sapaan akrabnya yang telah bergabung dengan EIGER selama 36 tahun itu, memahami betul dinamika media saat ini.
"Aku 36 tahun sudah gabung, kita tahu memang sekarang media hari ini, tapi kita yakin media saling menguntungkan," katanya.
Lanjut dia, Eiger sendiri menerapkan prinsip keadilan dalam memperlakukan semua jenis media, baik lokal, nasional, maupun independen yang disebutnya sebagai 'homeless' media.
"Sampai hari ini saya menemukan anak media di lapangan, menceritakan koleksi barang Eiger. Tentu hal ini didasari kepercayaan kualitas produk kami," tambahnya
Dia menambahkan, bahwa kini industri perlengkapan outdoor kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Baca Juga: Dominasi Total! Jawa Barat Sapu Bersih Apresiasi Night Local Media Summit 2025
Shulhan mengakui bahwa pasar tidak hanya diklaim oleh satu dua merek, melainkan semakin banyak pemain baru yang bermunculan.
"Tantangan bagi Eiger, industri bukan diklaim tapi semakin banyak. Tapi produk kami sudah ada di Sumawe sampai Timika juga," jelasnya.
Shulhan Syamsur Rijal mengapresiasi bahwa acara seperti LMS adalah platform penting untuk menjalin komunikasi dan kolaborasi yang erat antara berbagai pihak.
"Saling berjalan. Inspirasinya sangat berjalan, intinya menjalin komunikasi antara banyak pihak. Brand butuh semuanya," pungkasnya.
Sebagai informasi, Local Media Summit (LMS) 2025, pertemuan tahunan terbesar bagi media lokal dan skala kecil di Indonesia resmi dibuka hari ini pada Selasa (7/10/2025) kemarin.
Forum ini berlangsung selama dua hari pada 7-8 Oktober 2025 di JW Marriott Hotel, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Dengan tema “Unlocking Local Capital: Building Sustainable Media Market in Indonesia”.
LMS 2025 menyoroti pentingnya membangun pasar media yang berkelanjutan melalui inovasi model bisnis, keterlibatan komunitas, dan pemanfaatan teknologi.
Tahun ini, LMS menghadirkan lebih dari 30 pembicara dan lebih dari 100 media lokal dan segmentasi khusus dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan membangun kolaborasi lintas sektor.
Hadir media lokal atau media segmentasi khusus dari Aceh, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Batam, Kalimantan Barat. Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara, Bali dan seluruh wilayah di Jawa.
Tag
Berita Terkait
-
Dominasi Total! Jawa Barat Sapu Bersih Apresiasi Night Local Media Summit 2025
-
Disinformasi Merajalela, Masyarakat Indonesia Lebih Percaya Warganet daripada Jurnalis
-
LMS 2025: Kolaborasi Global BBC Ungkap Kisah Pilu Adopsi Ilegal Indonesia-Belanda
-
Local Media Summit 2025: Inovasi Digital Mama dan Magdalene Perjuangkan Isu Perempuan
-
Storytelling sebagai Kunci Engagement di EraMediaDigital
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan
-
Biadab! Sambil Hujan-hujanan, Pria Mabuk di Tangsel Cabuli Bocah Saat Main Petak Umpet
-
Vivace E Menjawab Kebutuhan Rumah Modern yang Estetik, Aman, dan Ramah Anak
-
Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?
-
Asa Baru Pascabencana: Anggaran Rp100 Triliun Disetujui DPR untuk Pulihkan Sumatra!
-
Bawa Mandat Prabowo Terkait RUU Polri, Menkum: UU Sudah Berlaku Dua Dekade, Perlu Disesuaikan
-
Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu
-
Benarkah Pertumbuhan Ekonomi Selalu Merusak Alam? Studi Baru Justru Menemukan Sebaliknya
-
DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk