- Pertemuan antara Jokowi dengan Abu Bakar Ba'asyir pada akhir September lalu dinilai penuh rekayasa.
- Kedatangan Abu Bakar Ba'asyir ke kediaman Jokowi di Solo tujuannya bukanlah untuk memberikan dukungan, melainkan untuk menegur.
- Jokowi dituding sengaja menunda pertemuan hingga pukul 13.00 WIB untuk menunggu kehadiran awak media.
Suara.com - Mantan anggota intelijen, Sri Radjasa Chandra, menuding pertemuan antara mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan ulama Abu Bakar Ba'asyir pada akhir September lalu penuh rekayasa. Menurutnya, pertemuan tersebut sengaja diatur oleh pihak Jokowi untuk kepentingan citra politik di tengah sorotan publik.
Radjasa menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, kedatangan Abu Bakar Ba'asyir ke kediaman Jokowi di Solo memang atas inisiatif Ba'asyir sendiri. Namun, tujuannya bukanlah untuk memberikan dukungan, melainkan untuk menegur.
"Memang benar kedatangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir itu atas inisiatif beliau. Kita melihat ketajaman spiritual Abu Bakar Ba'asyir... bahwa dia melihat ada hal yang sudah melampaui batas yang dilakukan oleh Jokowi. Sebagai ulama, dia berkewajiban untuk menegur," kata Radjasa, dikutip dari tayangan podcast bersama Abraham Samad, Jumat (10/10/2025).
Dituding Direkayasa untuk Sorotan Media
Namun, menurut Radjasa, cara pertemuan itu ditampilkan ke publik telah diatur sedemikian rupa. Berdasarkan informasi dari sumber internal yang ia terima, Ba'asyir disebut sempat menunggu sekitar 30 menit sebelum diterima, meskipun Jokowi sudah berada di rumah.
Jokowi dituding sengaja menunda pertemuan hingga pukul 13.00 WIB untuk menunggu kehadiran awak media.
Menurutnya, gestur seperti mencium tangan kemudian didramatisasi di hadapan media untuk membangun kesan seolah-olah Ba'asyir memberikan dukungan atau legitimasi moral kepada Jokowi di tengah berkurangnya dukungan politik dari sejumlah pihak.
Atas dasar itu, Radjasa menyimpulkan bahwa narasi yang muncul ke publik tidak sesuai dengan tujuan asli pertemuan tersebut.
"Jadi jelas, ini rekayasa. Kembali lagi, Jokowi melakukan kebohongan publik," pungkasnya.
Baca Juga: Bukan Silaturahmi Biasa, Eks BIN Duga Tujuan Jokowi Temui Prabowo untuk Menagih Utang Politik
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
-
Gugatan Larangan Anak Presiden Maju Pilpres Masuk MK, PDIP: Lemah, Tapi KKN Sekarang Memang Gila
-
Viral Trotoar Tebet Barat Berubah Jadi Pangkalan Truk Tinja, Terjadi Pembiaran Parkir Liar?
-
Momen Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Menangis Jelang Vonis Perkara Tata Kelola Minyak
-
Tangis Ibunda Radit di DPR: Mahasiswa IPK 4,0 Jadi Terdakwa Pembunuhan di Pantai Nipah