- Radjasa mengatakan pertemuan kali ini diinisiasi oleh Jokowi, bukan Prabowo seperti biasanya.
- Ia menduga tujuan utama kedatangan Jokowi adalah untuk menagih hutang politik dan meminta “suaka politik”.
- Radjasa menyebut isu ijazah berbahaya bagi posisi Gibran sebagai Wapres, menyangkut legitimasinya untuk dimakzulkan.
Suara.com - Mantan Anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel Inf (purn) Sri Radjasa Chandra, mengklaim bahwa pertemuan mantan Presiden Jokowi dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto bukan sekedar silaturahmi, melainkan upaya Jokowi untuk menagih hutang politik sekaligus meminta “suaka politik”.
Pernyataan tersebut, disampaikan Radjasa melalui kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP. Ia menyoroti bahwa pertemuan kali ini diinisiasi oleh Jokowi, bukan Prabowo seperti biasanya. Diketahui, Jokowi menyambangi kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan pada Sabtu (4/10) lalu.
“Kedatangan Jokowi ke Prabowo kita mesti lihat dulu, ini inisiatif siapa? Ini inisiatif dari Jokowi sendiri,” jelas Radjasa, mengindikasikan adanya urgensi dari pihak Jokowi dikutip Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, tujuan utama kedatangan Jokowi adalah untuk menagih utang politik dan meminta “suaka politik” dari Presiden ke-8 RI, bukan hanya untuk bersilaturahmi.
“Jadi kedatangan Jokowi ini semacam kayak debt collector hutang politik. Dia menagih hutang politik,” ujar mantan anggota BIN ini.
Lebih lanjut, Radjasa menyebut bahwa permintaan atas jaminan keamanan politik, dilakukan karena situasi Jokowi dan keluarganya yang semakin terdesak, melihat banyaknya persoalan yang menimpa Jokowi dan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka.
“Karena berbagai persoalan yang sedang didera Jokowi. Jadi memang ada agenda, Jokowi semacam meminta ‘suaka politik’, imunitas politik kepada Prabowo,” papar Radjasa.
Ia mencontohkan seperti pada kasus ijazah Jokowi dan Gibran, khususnya ijazah Gibran, yang dirasa berbahaya bagi posisi Gibran sebagai Wapres, menyangkut legitimasinya untuk dimakzulkan.
Adapun dalam konteks politik, tindakan Jokowi ini dinilai Radjasa suatu hal yang tabu, disaat posisinya bukan lagi presiden yang memimpin.
Baca Juga: Guru Besar UI Soal Pertemuan JokowiAbu Bakar Baasyir: Tak Masalah, Tapi Harus Dipantau BNPT
“Kalau kita lihat dalam konteks politik dan dalam bidang bernegara, itu kan sebetulnya satu hal yang tabu, nggak boleh seperti itu apalagi mantan presiden, masih cawe-cawe,” tutupnya, menggarisbawahi bagaimana Jokowi masih berupaya ikut campur dalam kepemimpinan pemerintahan yang baru.
Reporter : Nur Saylil Inayah
Berita Terkait
-
Cium Tangan Jokowi ke Ba'asyir: Rekonsiliasi Tulus atau Manuver Politik?
-
Soal Sosok J Ketua Dewan Pembina PSI, Raja Juli: Nanti Mas Ketum Yang Akan Umumkan ke Publik
-
Mantan Anggota BIN Ungkap Dugaan Rekayasa Pertemuan Jokowi-Ba'asyir, Sebut Ada Upaya Perbaiki Citra
-
Bantu Gibran Bangun Papua, Prabowo Tunjuk Eks Jenderal hingga Eks Stafsus Jokowi
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG