- Seorang siswa SMPN 1 Geyer bernama Angga Bagus Perwira tewas setelah terlibat dalam dua perkelahian di sekolah dalam satu hari
- Perkelahian dipicu oleh aksi bullying, yang kemudian berlanjut menjadi ajang adu duel setelah korban diprovokasi oleh temannya
- Hasil otopsi menunjukkan korban mengalami luka benturan di kepala dan patah tulang tengkuk yang menjadi penyebab utama kematiannya
Suara.com - Titik terang mulai menyelimuti kasus kematian tragis Angga Bagus Perwira, siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, Grobogan, Jawa Tengah. Fakta baru mengungkap korban tewas setelah terlibat dalam dua perkelahian di lingkungan sekolah, yang puncaknya menyebabkan patah tulang tengkuk.
Kematian Angga diduga kuat berawal dari perundungan (bullying) yang berujung pada provokasi adu duel satu lawan satu dengan temannya.
Suasana duka menyelimuti kediaman korban di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, saat jenazah Angga tiba dari RSUD Dr. Soedjati Purwodadi pada Minggu dini hari. Keluarga tak kuasa menahan tangis melihat putra mereka terbujur kaku setelah menjalani proses otopsi.
Menurut keterangan Ardina, teman sekolah korban, Angga terlibat dalam dua perkelahian pada hari Sabtu yang nahas itu. Perkelahian pertama terjadi pada pagi hari, dipicu oleh tindakan bullying di mana kepala Angga dipegangi oleh seorang teman.
"Pemicu perkelahian pertama adalah korban tidak terima di-bully oleh temannya dengan cara kepalanya dipegangi," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dalam insiden tersebut, pelaku sempat memukul kepala korban, dan Angga membalas dengan sebuah tendangan.
Namun, peristiwa tak berhenti di situ. Pada Sabtu siang, perkelahian kedua yang lebih fatal terjadi. Seorang teman lainnya diduga memprovokasi Angga untuk mau diadu duel dengan siswa lain.
Dalam duel maut inilah nasib tragis menimpa Angga. Ia sempat terjatuh, pingsan, lalu mengalami kejang-kejang hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Hasil otopsi yang disampaikan pihak keluarga mengonfirmasi penyebab kematian yang mengerikan. Ditemukan luka akibat benturan benda tumpul di sisi kanan dan kiri kepala. Namun, yang paling fatal adalah temuan adanya patah tulang tengkuk atau tulang leher bagian belakang.
Baca Juga: Terungkap Kronologi Lengkap Video Viral Perpeloncoan Maba Unsri Dipaksa Berciuman
Saat ini, jenazah Angga Bagus Perwira telah disucikan dan rencananya akan segera dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Boyolangu, Desa Ledokdawan.
Berita Terkait
-
Santri Pelopor dan Pelapor: Melawan Bullying di Pesantren
-
Terungkap Kronologi Lengkap Video Viral Perpeloncoan Maba Unsri Dipaksa Berciuman
-
Menteri PPPA Minta Pesantren Jadi Zona Aman dari Bullying, Ingatkan Bahaya Relasi Kuasa
-
Siswi MTS Cipayung Gantung Diri Akibat Bullying, Menteri PPPA: Anak Butuh Ruang Aman untuk Curhat
-
Di Balik Akun Anonim dan Ironi Perundungan di Ruang Digital
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!