- Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim kembali hadir di Kejaksaan Agung setelah dibantarkan ke rumah sakit pasca operasi ambeien.
- Ia menyatakan siap menjalani proses hukum usai kalah dalam sidang praperadilan atas status tersangkanya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.
- Dalam perkara yang merugikan negara hingga Rp1,98 triliun ini, Nadiem menjadi salah satu dari lima tersangka yang telah ditetapkan Kejagung.
Suara.com - Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim tiba di Kejaksaan Agung usai dibantarkan ke rumah sakit, pasca operasi ambeien atau wasir yang dijalaninya.
Usai turun dari mobil tahanan, Nadiem dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi pink khas tersangka Kejaksaan Agung.
Ia mengaku jika dirinya masih dalam masa pemulihan pasca operasi yang dijalaninya.
“Terima kasih, sudah mulai masih pemulihan,” katanya, saat di Kejaksaan Agung, Selasa (14/10/2025).
Nadiem juga mengaku jika dirinya siap dalam menghadapi proses hukum usai dirinya kalah dalam sidang praperadilan.
“Saya siap menjalani proses hukum, terima kasih untuk semua dukungan-dukungan dari semua pihak dan ojol, sekali lagi mohon doa,” ungkapnya.
Meski kalah dalam sidang praperadilan, Nadiem mengaku menerima hasil keputusan hakim dalam sidang.
“Saya menerima hasilnya,” ucapnya.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menolak praperadilan yang diajukan oleh eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, ikhwal dugaan korupsi pengadaan chromebook.
Baca Juga: 'Auditnya Menyusul Belakangan,' Serangan Balik Kubu Nadiem Usai Kalah di Praperadilan
Hal tersebut menjadikan Nadiem tetap berstatus sebagai tersangka usai ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Menolak permohonan praperadilan Pemohon,” kata Hakim tunggal I Ketut Darpawan, di PN Jaksel, Senin (13/10/2025).
Ketut menilai, alat bukti yang digunakan penyidik Kejagung telah memenuhi aturan Perundang-Undangan untuk menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka.
Adapun terkait hal lain perihal kekuatan dari alat bukti tersebut bukan menjadi kewenangan hakim praperadilan untuk menentukan.
“Maka tindakan termohon menetapkan pemohon sebagai tersangka adalah sah menurut hukum,” jelasnga
Selain itu, permohonan Nadiem untuk menjadi tahanan kota juga dinilai Ketut bukan kewenangannya sebagai hakim praperadilan untuk memutuskannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana