- Sebagian besar guru masih menghadapi kendala Kode 02 pada Info GTK, yang mengindikasikan beban mengajar belum memenuhi syarat TPG.
- Meskipun penarikan data telah dilakukan, proses validasi masih berjalan bertahap hingga akhir Oktober 2025.
- Setidaknya ada sejumlah penyebab utama Kode 02 dan langkah konkret untuk mengatasinya.
Suara.com - Isu mengenai status validasi Data Guru dan Tenaga Kependidikan (Info GTK) kembali menjadi sorotan utama di kalangan tenaga pengajar.
Meskipun penarikan data terbaru telah dilaksanakan mulai Jumat, 10 Oktober 2025, banyak guru yang masih mendapati status Kode 02, yang secara kolektif menjadi penyebab paling banyak ditanyakan.
Kode 02 pada laman Info GTK adalah penanda bahwa beban mengajar guru belum memenuhi syarat minimal yang ditetapkan untuk pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Syarat utamanya adalah memiliki beban mengajar tatap muka minimal 24 jam per minggu, atau setara dengan ketentuan ekuivalen bagi jabatan tertentu seperti Kepala Sekolah dan Pengawas.
Proses Validasi Bertahap Kemendikdasmen
Penting untuk dipahami bahwa status Kode 02 ini tidak selalu berarti kegagalan data.
Berdasarkan jadwal resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), proses validasi Info GTK dilaksanakan secara bertahap sepanjang bulan Oktober 2025:
Tahap 1: 1 – 11 Oktober 2025
Tahap 2: 13 – 18 Oktober 2025
Tahap 3: 20 – 25 Oktober 2025
Tahap 4: 27 – 31 Oktober 2025
Dengan penarikan data yang berlangsung pada 10 Oktober, ada kemungkinan data sebagian guru belum sempat terproses dalam batch validasi tahap pertama (1-11 Oktober).
Baca Juga: Benarkah Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik di Oktober 2025? Cek Faktanya di Sini
Oleh karena itu, bagi guru yang masih melihat Kode 02, langkah panik harus dihindari karena pembaruan status masih dapat terjadi pada tahap-tahap validasi berikutnya.
Penyebab Munculnya Kode 02
Penyebab munculnya status Kode 02 sangat beragam dan tidak terbatas hanya pada jam mengajar yang kurang. Berikut sembilan faktor yang sering memicu status tidak valid ini, beserta solusinya:
- Jam Mengajar di Bawah Ketentuan Minimum: Jam tatap muka per minggu kurang dari 24 jam.
Solusi: Ajukan penambahan jam mengajar atau tugas tambahan di sekolah induk/sekolah lain, dan pastikan terinput valid di Dapodik.
- Penugasan Wali Kelas Belum Ditetapkan: Khusus di jenjang TK dan SD, penugasan wali kelas yang belum diinput atau disetujui dapat mengurangi ekuivalensi jam.
Solusi: Pastikan data penugasan wali kelas telah diinput dan disetujui Kepala Sekolah melalui sistem Dapodik.
- Status Kepala Sekolah Belum Terbaca: Jabatan tugas tambahan Kepala Sekolah belum tervalidasi atau disetujui Dinas Pendidikan.
Solusi: Cek kembali data tugas tambahan di Dapodik dan koordinasikan persetujuan dengan Dinas Pendidikan setempat.
- Guru Muatan Lokal (Mulok) Belum Terverifikasi: Mata pelajaran Mulok tidak terbaca valid karena tidak sesuai dengan struktur kurikulum utama.
Solusi: Operator Dapodik harus menginput mata pelajaran Mulok sesuai dengan format kurikulum yang berlaku.
- Guru PKL di SMK Bermasalah: Mata pelajaran praktik kerja lapangan (PKL) yang bersifat khusus terkadang terkendala validasi.
Solusi: Pastikan jadwal PKL diinput berdasarkan struktur pembelajaran yang benar dan mendapatkan konfirmasi dari pengawas SMK.
- Guru Honorer di Sekolah Negeri: Status kepegawaian non-ASN belum diverifikasi sepenuhnya dalam Dapodik.
Solusi: Pastikan status kepegawaian dan Surat Keputusan (SK) pengangkatan tercantum jelas dan lengkap di Dapodik.
- Guru dengan Tugas Tambahan Unik (TTU/A3): Penugasan yang bersifat unik atau non-struktural ini memerlukan validasi khusus dan cenderung tertunda di tahap awal.
Solusi: Menunggu proses validasi lanjutan dari tim pusat sambil memastikan seluruh dokumen pendukung telah lengkap.
- Guru dengan Tugas Tambahan Linier Ekuivalen (TTLE/A2): Sama seperti TTU, validasi untuk penugasan A2 seringkali tertunda.
Solusi: Koordinasikan dengan operator tunjangan di sekolah untuk memastikan data telah dikirim ulang ke sistem pusat.
- Sekolah dengan Rombongan Belajar Terbatas: Jumlah rombongan belajar (Rombel) yang sedikit menyulitkan pemenuhan 24 jam tatap muka.
Solusi: Ajukan penugasan tambahan mengajar di sekolah imbas atau terapkan mekanisme team teaching agar jam mengajar dapat memenuhi syarat TPG.
Bagi guru yang masih mendapatkan Kode 02, langkah terbaik adalah memastikan validitas data secara mandiri dan melakukan koordinasi intensif. Proses validasi masih akan berlanjut hingga akhir Oktober 2025.
Anda wajib memastikan bahwa jam mengajar dan seluruh tugas tambahan telah diinput dengan benar.
Sinkronisasi Ulang: Lakukan sinkronisasi Dapodik sebelum batas akhir validasi tahap berikutnya (18 Oktober, 25 Oktober, dan 31 Oktober).
Jika data sudah benar namun status belum berubah, segera koordinasikan dengan operator sekolah atau Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk mencari tahu letak kesalahan data.
Selain itu, pantau status Info GTK secara berkala, sebab pembaruan data dapat muncul sewaktu-waktu sesuai antrian pemrosesan server pusat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius