- Presiden Prabowo Subianto mengerahkan TNI untuk mengawal Kejaksaan Agung menyita 100.000 hektare lahan sawit ilegal yang eksekusinya mandek selama 18 tahun
- Selain sawit, Prabowo juga memerintahkan blokade laut di sekitar Pulau Bangka dan Belitung untuk menghentikan penyelundupan timah ilegal yang merugikan negara hingga 80% dari total produksi
- Prabowo menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu demi menyelamatkan aset dan pendapatan negara yang hilang akibat praktik ilegal
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan tegas dengan mengerahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengawal penyitaan dua lahan perkebunan sawit ilegal seluas 100.000 hektare. Perintah ini dieksekusi setelah putusan Mahkamah Agung terkait lahan tersebut mangkrak selama 18 tahun tanpa eksekusi.
Langkah tak biasa ini diungkapkan Prabowo di hadapan lebih dari 400 CEO global dalam sesi dialog bersama Pimpinan Utama Forbes, Steve Forbes, di ajang Forbes Global CEO Conference 2025, Jakarta, Rabu (15/10) malam. Ia membeberkan bagaimana negara akhirnya mengambil alih aset yang selama ini tidak tersentuh hukum.
"Perkebunan yang pertama luasnya 50.000 hektare, yang kedua 50.000 hektare, (dan keduanya, red.) melanggar hukum 18 tahun yang lalu. Ada putusan Mahkamah Agung yang memerintahkan (negara) menyita dua perkebunan tersebut. 18 tahun yang lalu, putusan Mahkamah Agung itu tidak dieksekusi selama 18 tahun," kata Presiden Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa ia mendapat laporan langsung dari Jaksa Agung ST Burhanuddin mengenai alasan mandeknya eksekusi tersebut. Tanpa ragu, ia langsung memberikan perintah tegas untuk melibatkan kekuatan militer demi menegakkan supremasi hukum.
"Saya perintahkan TNI, kalian kawal Kejaksaan, kawal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Lindungi mereka! Kalian datang ke sana dan sita. Kami pun mengambil alih 100.000 hektare lahan perkebunan itu, dan tak ada masalah. Jadi, menurut saya ini catatan penting, pemerintah harus menegakkan hukum, dan saya bertekad menegakkan hukum," ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa secara total pemerintahannya telah berhasil mengambil alih sekitar 3,7 juta hektare perkebunan sawit ilegal di seluruh Indonesia.
Tidak berhenti di situ, Prabowo juga memaparkan strateginya dalam memberantas penyelundupan timah ilegal dari Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Ia mengaku menerima laporan adanya seribu tambang ilegal yang menyebabkan negara kehilangan potensi pendapatan hingga 80 persen dari total produksi timah di wilayah tersebut.
Untuk menghentikannya, Prabowo memerintahkan "blokade" di sekitar perairan dua pulau penghasil timah itu.
"Saya tegaskan ini harus setop! Saya pun memerintahkan ada program pelatihan di perairan Pulau Bangka dan Pulau Belitung, yang melibatkan kapal-kapal tempur, pesawat, helikopter, drone. Kami pun memblokade dua pulau ini. Tidak boleh ada kapal yang masuk dan keluar tanpa dicek dan kita ketahui apa isinya, dan dengan itu kami berhasil menghentikan penyelundupan," tegas Presiden.
Baca Juga: Prabowo Sebut Ada 1.000 Tambang Ilegal di Dua Pulau Ini, Negara Rugi Besar!
Ia bahkan menceritakan keberhasilan operasinya menangkap pelaku yang mencoba menyelundupkan timah hanya dengan menggunakan sampan.
"Tetapi kami menemukan ada timah di dalam sampan itu. Bisa dibayangkan? Kami pun langsung menyitanya (timah ilegal, red.)," ujar Presiden Prabowo.
Dengan langkah-langkah tegas ini, Prabowo optimistis potensi kerugian negara senilai miliaran dolar AS dapat diselamatkan dan produksi timah nasional akan meningkat signifikan tahun depan.
Berita Terkait
-
Prabowo Sebut Ada 1.000 Tambang Ilegal di Dua Pulau Ini, Negara Rugi Besar!
-
Prabowo Ubah Aturan, Sekarang Ekspatriat dan WNA Bisa Pimpin BUMN
-
Momen Presiden Prabowo Cium Tangan KH Anwar Manshur Pengasuh Ponpes Lirboyo Viral Lagi
-
Prabowo Izinkan Talenta Asing Pimpin BUMN Demi Standar Bisnis Internasional
-
Blak-Blakan, Prabowo Tolak Keponakan Ikut Proyek Kemhan: Cari Usaha Lain!
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
Terkini
-
Telah Kantongi Hitungan Kerugian Negara, KPK Siap Hadapi Praperadilan Gus Yaqut
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Di Balik Rimbun Hutan Cawang: Jerat Asusila, Tembok Beton, dan Ruang Publik yang Sekarat
-
Modus Baru! Rp300 Ribu Jadi Umpan, Pencuri di Kramat Jati Ngaku Kasat Narkoba Gondol Motor Ojek
-
Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru
-
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal
-
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang