-
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menindaklanjuti kasus penyiksaan PMI asal Blitar, Diah Ayu Kurniasari, di Malaysia.
-
Menteri Mukhtarudin menyebut negara akan berkoordinasi dengan Kemenlu untuk memastikan kondisi korban dan memberikan bantuan hukum.
-
Diah diduga disiksa oleh enam WNI lain dan kini dirawat intensif, sementara para pelaku telah ditangkap Polisi Diraja Malaysia.
Suara.com - Kasus penyiksaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang diduga dilakukan oleh sesama WNI langsung ditindaklanjuti oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Mukhtarudin menyatakan akan lakukan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memantau kondisi korban.
"Kita akan berkoordinasi dulu dengan Kemenlu untuk tracking keberadaan yang bersangkutan posisinya seperti apa. Tapi informasi ini nanti akan kita tindaklanjuti kaitan dengan masalah bagaimana penanganannya," kata Mukhtarudin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Dia memastikan kalau negara hadir untuk melindungi seluruh WNI di luar negeri, tanpa memandang status keberangkatan mereka, baik prosedural maupun nonprosedural. Namun, PMI di Malaysia bernama Diah Ayu itu belum dipastikan jalur kepergiannya sebagai pekerja migran.
"Nanti coba saya cek dengan Dirjen Perlindungan, tapi saya belum ter-update ya. Prinsipnya, semua warga negara Indonesia, baik dia berangkat secara prosedural maupun nonprosedural, kalau ada permasalahan hukum kemudian ada persoalan-persoalan hubungan kerja tentu negara juga harus hadir," tuturnya.
Mukhtarudin menambahkan, negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendampingan dan bantuan hukum bagi seluruh pekerja migran yang menghadapi persoalan di luar negeri.
Kasus ini mendapat perhatian luas setelah seorang PMI asal Blitar, Diah Ayu Kurniasari, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Malaysia awal Oktober lalu. Berdasarkan laporan media setempat, Diah menjadi korban penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh enam WNI lain.
Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menangkap para pelaku, sementara korban kini dirawat intensif di rumah sakit di Kuala Lumpur.
Baca Juga: ESDM Gandeng P2MI, Ciptakan Pekerja Migran Energi yang TerlindungidanKompeten
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh
-
Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?
-
Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan
-
Jaga Jarak Etik! Satgas PKH Harus Hindari Celah Konflik Kepentingan Dalam Penertiban
-
Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon
-
Prabowo: Jangan Takut Dihina, Saya Jadi Presiden pun Masih Sering Diejek!
-
Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?
-
Markas Love Scamming di Semarang Digerebek! 604 HP Disita, 4 WN China dan 2 WNI Ditangkap
-
Susul Jumhur Hidayat, Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo Besok Senin!
-
Perangi Narkoba, Bobby Nasution Kerahkan Satpol PP, Polisi hingga TNI Patroli Gabungan di Asahan