-
Anggaran riset untuk dosen naik menjadi lebih dari Rp 3 triliun.
-
Presiden Prabowo titipkan riset prioritas tentang tata kelola air bersih.
-
Pencairan dana riset dipercepat, target mulai berjalan pada 1 Februari 2026.
Suara.com - Pemerintah resmi menaikkan anggaran riset bagi para dosen menjadi lebih dari Rp 3 triliun pada tahun 2026, disertai komitmen untuk mempercepat pencairan dana.
Namun, di balik kenaikan signifikan ini, ada 'titipan' khusus dari Presiden Prabowo Subianto, yakni menjadikan riset tata kelola air bersih sebagai prioritas nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek) Brian Yuliarto mengumumkan hal ini dalam acara Peluncuran Program Riset Prioritas di Jakarta.
"Total dana tahun depan lebih dari Rp3 triliun. Jadi ini bentuk keberpihakan pemerintah konsisten, tahun ini juga (anggaran riset) lebih dari Rp2,5 triliun. Itu di luar (riset) yang strategis ya. Jadi silahkan ini dimanfaatkan," kata Brian, Selasa (21/10/2025).
Brian secara terbuka mengungkapkan bahwa salah satu agenda riset utama untuk tahun depan datang langsung dari arahan Presiden Prabowo saat rapat kabinet.
Hal ini menempatkan riset tentang air bersih sebagai program strategis yang diawasi langsung oleh kepala negara.
"Pak Presiden kemarin juga menitipkan penelitian dan kajian mengenai tata kelola air, terurama air bersih. Dengan permintaan pak presiden tersebut kita akan jadikan juga topik penelitian di program prioritas ini. Jadi apa-apa yang perlu dikaji bisa dilakukan penelitian lebih dalam dari dosen-dosen kita di kampus," kata Brian.
Selain menaikkan anggaran, pemerintah juga berupaya memperbaiki salah satu masalah klasik dalam dunia riset, yakni birokrasi pencairan dana yang lambat.
Lantaran itu, Brian menargetkan proses riset sudah bisa berjalan di awal tahun.
"Kita berharap anggaran bisa cepat cair. Kita tidak ingin baru tengah tahun atau bulan-bulan yang sudah menjelang akhir, dana penelitiannya baru cair. Sehingga harapannya, penelitian bisa lebih optimal. Pada saat break semester bisa lakukan penelitian lebih optimal," ucapnya.
Brian menantang para akademisi untuk memaksimalkan peluang ini dan tidak terpaku pada keterbatasan.
“Kalau melihat keterbatasan, kita pasti selalu mendapatkan keterbatasannya. Tetapi orang-orang kampus ini kan orang-orang pilihan, orang-orang yang sudah top of the top. Jadi pasti ada jalan keluar,” ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Belum Ada APAR untuk Mobil Listrik, DPRD DKI Peringatkan Risiko Kebakaran
-
Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro
-
Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!
-
Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional
-
Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS
-
Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil
-
AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer
-
Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!
-
Janda 69 Tahun Tewas Usai Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Duit Rp 20 Miliar Hilang