-
AMSI desak revisi UU Hak Cipta lindungi konten media.
-
Konten jurnalistik kini banyak dipakai untuk melatih AI.
-
AMSI dukung Proposal Indonesia di Sidang WIPO soal AI.
Suara.com - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) secara resmi mendesak pemerintah dan DPR untuk merevisi Undang-Undang Hak Cipta, menuntut perlindungan atas konten jurnalistik dari ancaman Artificial Intelligence (AI).
Desakan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, kepada Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dalam pembukaan Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 di Jakarta, pada 22 Oktober 2025.
Sebagai simbol dukungan, para ketua AMSI dari 28 provinsi menyerahkan sebuah kanvas putih yang telah ditandatangani kepada Menkum.
Tema besar IDC tahun ini, 'Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital', sengaja dipilih untuk menyuarakan urgensi ini.
Menurut Wahyu Dhyatmika, tanpa kedaulatan, industri media bisa menghadapi krisis eksistensial.
“Tanpa kedaulatan AI, semua sektor industri dan bisnis kita, terutama ekosistem informasi dan media, bisa mengalami krisis eksistensial,” ujarnya.
Perjuangan di Tingkat Global
Selain revisi UU di tingkat nasional, AMSI juga secara penuh mendukung inisiatif Menkum Supratman untuk mendorong Proposal Indonesia untuk Copyright & Digital Environment di Sidang Umum World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa pada awal Desember mendatang.
Langkah ini dianggap strategis untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan memastikan adanya distribusi nilai ekonomi yang lebih adil dari konten jurnalistik di era AI.
Baca Juga: Bukan Cuma Iklan: 5 Bos Media Bongkar 'Revenue Stream' Ajaib di Era AI
"Dukungan dari industri media ini menjadi energi penguat buat kami agar terus memperjuangkan kepentingan bangsa Indonesia di ranah internasional,” kata Menteri Supratman menanggapi dukungan AMSI.
Ajang IDC dan AMSI Awards 2025 ini sendiri terselenggara berkat dukungan dari sejumlah korporasi besar, termasuk Sinar Mas Land, Astra International, Djarum Foundation, BNI, Pertamina, dan banyak lainnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Heboh Jalan Anjlok di Sudirman, Bina Marga: Bekas Proyek Pipa Limbah
-
Miskinkan Bandar Ko Erwin, Bareskrim Bidik Pasal TPPU dan Sita Aset Rumah hingga Ruko!
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Seskab Teddy Beberkan Hasil Pertemuan Empat Mata Prabowo-Kapolri, Ini Isinya
-
Studi: Konflik Nuklir Regional Bisa Picu Krisis Iklim Global Bertahun-tahun, Kenapa?
-
Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?
-
Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya
-
Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional hingga Hilirisasi di 13 Lokasi
-
Purbaya Buka Suara Soal Pajaki Selat Malaka: Tak Ada Rencana Kutip Tarif
-
Hadapi El Nino 2026, Pemerintah Ungkap Strategi Cegah Karhutla