-
Artificial Intelligence (AI) dorong transformasi besar sektor pertambangan Indonesia.
-
AI solusi nyata tingkatkan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja tambang.
-
Penerapan AI terbukti mampu tingkatkan throughput 5–15 persen dan recovery rate.
Suara.com - Sektor pertambangan Indonesia tengah mengalami transformasi besar. Salah satu, transformasi itu karena pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kehadiran disebut menjadi momentum strategis bagi industri untuk berbenah dan melompat lebih jauh.
"Industri pertambangan Indonesia sedang memasuki era baru, era dengan kecerdasan buatan. AI bukan sekadar teknologi efisiensi, tapi akan menjadi penentu arah transformasi industri nasional. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga riset menjadi sangat penting," ujar Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang ESDM, Aryo Djojohadikusumo, dalam Energy Insights Forum bertajuk “Harnessing Artificial Intelligence to Unlock Mining’s Next Frontier”, di Hotel Fairmont, Jakarta, yang dikutip Rabu (15/10/2025).
Ia menilai, kehadiran AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi solusi nyata dalam menghadapi tantangan klasik sektor tambang seperti efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja.
"AI menjadi solusi abad ke-21 agar pelaku usaha dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja dan menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu produsen mineral terbesar di dunia," imbuh Aryo.
Ia menambahkan, penerapan AI juga berperan dalam memperkuat tata kelola dan keamanan industri tambang, termasuk dalam upaya pencegahan praktik pertambangan ilegal.
Dengan langkah ini, Aryo optimistis dunia pertambangan Indonesia dapat menjadi salah satu yang terdepan dalam pemanfaatan teknologi canggih di tingkat global.
Dalam forum yang sama, Partner dan Co-Leader of McKinsey and Company’s Metals and Mining Practice in Asia, Sergey Alyabyev dan Hidayat Liu, mengungkapkan bahwa penerapan AI telah terbukti membawa dampak signifikan terhadap efisiensi operasional tambang di berbagai negara.
Berdasarkan data McKinsey, optimalisasi pabrik pengolahan berbasis AI mampu meningkatkan throughput sebesar 5–15 persen dan recovery rate sebesar 1–2 poin persentase. Sementara teknologi AI-enabled drill and blast dapat menurunkan biaya operasional hingga 10 persen, serta meningkatkan produktivitas alat berat (shovel) sebesar 10–20 persen.
Baca Juga: Bahlil Sebut Pasokan Bahan Baku Emas Terganggu Atas Insiden Freeport
Tak hanya itu, penggunaan GenAI copilots mampu menaikkan produktivitas tenaga kerja hingga 5–10 persen, sekaligus menekan biaya operasional di tingkat yang sama. Bahkan, sistem agentic AI kini mampu mengoptimalkan pemrosesan logam dengan menganalisis jutaan data secara real time.
"Kami melihat Indonesia berada di posisi yang sangat strategis untuk mengintegrasikan AI dalam ekosistem pertambangan, mulai dari eksplorasi, produksi, hingga pengolahan. AI bukan hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga membantu industri mencapai target dekarbonisasi dan keberlanjutan," kata Hidayat.
Sementara itu, Senior Director Business III Danantara, Luke Mahony, mengingatkan bahwa AI bukan lagi masa depan, melainkan kenyataan yang tengah membentuk arah baru industri global.
"Teknologi tidak akan menggantikan manusia. Ia akan memperluas kemampuan manusia. Dengan menggabungkan kecepatan komputasi dan empati manusia, kita dapat menciptakan industri yang tidak hanya lebih produktif, tapi juga lebih bermakna. Indonesia tidak hanya akan kaya sumber daya, tapi juga kaya kecerdasan dan inovasi," beber Luke.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi nasional antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga riset untuk menciptakan ekosistem pertambangan cerdas yang inklusif dan berkelanjutan.
Energy Insights Forum merupakan forum diskusi bulanan hasil kolaborasi KADIN Bidang ESDM dan Katadata Insight Center untuk mendorong ekosistem investasi energi Indonesia yang transparan, berdaya saing, dan berorientasi ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen
-
Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil
-
Cabai Melonjak Tajam, Telur Ikut Naik, Harga Minyak Goreng Justru Turun
-
Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%
-
Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
-
Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua
-
Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180
-
Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram
-
Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru
-
IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan