- KTP atas nama WNA Israel, Aron Geller, yang viral di media sosial dengan alamat Cianjur telah diverifikasi dan dinyatakan 100% palsu oleh Bupati Cianjur
- Pengecekan pada sistem kependudukan nasional menunjukkan NIK yang tertera pada KTP tersebut tidak ada alias blank, sehingga tidak dapat ditemukan data apa pun
- Verifikasi lapangan ke alamat yang tercantum memastikan tidak ada warga sekitar, termasuk aparat RT, yang mengenal atau pernah melihat WNA bernama Aron Geller
Suara.com - Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga milik seorang warga negara asing (WNA) asal Israel bernama Aron Geller. Dokumen yang mencantumkan alamat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat itu viral dan memicu berbagai spekulasi, namun kini telah dipastikan palsu.
Pemerintah Kabupaten Cianjur bergerak cepat untuk memverifikasi informasi yang meresahkan publik tersebut. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, bersama jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), langsung melakukan pengecekan mendalam terhadap data yang tertera pada KTP viral itu.
Hasilnya, tidak ditemukan data apa pun yang cocok. Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum ternyata fiktif dan tidak terbaca oleh sistem kependudukan nasional.
"Setelah dilakukan pencarian dalam sistem kependudukan nasional data dengan nama Aron Geller tidak ditemukan, sehingga dapat dipastikan KTP WNA yang beredar di media sosial palsu," kata Wahyu sebagaimana dilansir Antara, Minggu (26/10/2025).
Tidak berhenti pada pengecekan sistem, verifikasi juga dilakukan secara langsung ke alamat yang tertera, yakni Kampung Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. Petugas di lapangan tidak menemukan satu pun warga, termasuk Ketua RT setempat, yang mengenal atau mengetahui keberadaan WNA tersebut.
"Ini menjadi pelajaran pentingnya memastikan setiap data atau informasi yang beredar di media sosial, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, sehingga saya pastikan KTP atas nama WNA asal Israel itu KTP palsu," ungkap Mohammad Wahyu Ferdian.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menambahkan bahwa informasi hoaks ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak tiga bulan lalu. Pihaknya bahkan telah memberikan klarifikasi kepada Dirjen Imigrasi bahwa data tersebut tidak ada dalam sistem. Ia menegaskan, NIK yang tercantum benar-benar kosong dan tidak terdaftar.
"Masyarakat dapat memastikan e-KTP yang mencurigakan saat melakukan transaksi bisnis, dengan cara melakukan pengecekan langsung ke Kantor Disdukcapil Cianjur," tukas Asep Kusmanawijaya.
Baca Juga: WNA Israel Punya KTP Cianjur Viral di Medsos, Kok Bisa Lolos? Ini Faktanya
Berita Terkait
-
WNA Israel Punya KTP Cianjur Viral di Medsos, Kok Bisa Lolos? Ini Faktanya
-
Komika Obi Mesakh Protes Pelayanan Publik di Bekasi: Masa Ngurus KTP Hilang Kuota Sehari 10 Sih
-
Jemput Bola Perekaman E-KTP Untuk Pelajar
-
KTP Tahu-Tahu Terdeteksi Pinjol? Begini Cara Lapornya Online dan Offline
-
Kasus Viral Nenek di Takalar Jadi Pelajaran, Begini Cara Cek KTP Dipakai Pinjol atau Tidak
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123