-
Presiden Prabowo memberikan tiga tugas utama kepada Kapolri: berantas narkoba, penyelundupan, dan judi online.
-
Instruksi ini diungkap saat Prabowo mengapresiasi pemusnahan 214 ton narkoba oleh Polri.
-
Prabowo mengaku prioritas awalnya adalah mengatasi kebocoran anggaran negara sebelum fokus pada tiga hal ini.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan tiga tugas utama yang ia berikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sejak awal masa pemerintahannya untuk memberantas kejahatan di Indonesia.
Tiga prioritas tersebut adalah pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi online.
"Satu, pemberantasan narkoba. Dua, penyelundupan. Tiga, judi online," tegas Prabowo saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Prabowo menceritakan bahwa instruksi tersebut ia sampaikan langsung kepada Kapolri di awal masa jabatannya.
"Waktu itu saya sampaikan kepada Kapolri, 'Kapolri, tugas utama polisi sekarang saya letakkan di pundak Anda, saya minta Anda memimpin tiga hal ini untuk saya'," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengapresiasi kinerja Polri yang berhasil memusnahkan 214,84 ton barang bukti narkoba senilai Rp29,37 triliun dalam periode Oktober 2024–Oktober 2025. Menurutnya, jika tidak dicegah, narkoba sebanyak itu bisa merusak lebih dari 629 juta orang.
Meskipun menyadari bahaya narkoba sejak awal, Prabowo mengaku prioritas utamanya saat pertama menjabat adalah mengatasi kebocoran anggaran negara.
"Narkoba ini merusak masa depan bangsa. Tapi memang dalam pemerintahan ada hal-hal yang harus kita selesaikan dahulu. Masalah utama waktu saya menerima tugas sebagai presiden adalah kebocoran kekayaan negara," jelasnya.
Baca Juga: Pakai Sarung Tangan, Prabowo Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba 214,84 Ton Senilai Rp29,37 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!