- Konser ini diprediksi akan menjadi salah satu agenda musik internasional terbesar di tanah air tahun ini.
- Pengamanan ini mencakup 8 zona pintu masuk penonton, termasuk area VIP dan VVIP yang diperuntukkan bagi tamu undangan dan para artis.
- Seluruh personel yang bertugas di lapangan dilarang membawa senjata api, gas air mata, maupun senjata tajam.
Suara.com - Girlband asal Korea Selatan, BLACKPINK, akan kembali menyapa penggemar setianya di Jakarta dalam konser akbar "2025 World Tour in Jakarta" yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 1-2 November 2025.
Konser ini diprediksi akan menjadi salah satu agenda musik internasional terbesar di tanah air tahun ini.
Demi kelancaran serta keamanan acara, Polda Metro Jaya telah menyiapkan pasukan pengamanan. Sebanyak 1.500 personel gabungan akan dikerahkan untuk memastikan setiap momen konser berjalan aman dan nyaman bagi seluruh penonton.
Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan rincian personel.
"Menyiapkan 1.500 personel dengan rincian, Polda Metro Jaya sebanyak, 1.243 personel, Polres Metro Jakarta Pusat 132 personel, TNI (BKO) 35 personel dan Pemda DKI 90 personel," ujarnya.
Pengamanan ini akan mencakup delapan zona pintu masuk penonton, termasuk area VIP dan VVIP yang diperuntukkan bagi tamu undangan dan para artis.
Namun, bukan hanya di dalam stadion, area sekitar GBK, jalur masuk-keluar penonton, area parkir, hingga hotel tempat menginap para member BLACKPINK pun tak luput dari pantauan.
"Pengamanan juga meliputi area sekitar GBK, jalur masuk-keluar penonton, area parkir, dan hotel penginapan artis," kata Budi.
Sebagai standar prosedur pengamanan kelas internasional, Unit Jibom (Penjinak Bom) bersama tim K-9 akan melakukan sterilisasi menyeluruh di seluruh area stadion sebelum konser dimulai.
Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Bicara Soal Akting dan Cinta di Wawancara Vanity Fair
Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan dan menjamin keamanan maksimal bagi semua yang hadir.
Seluruh personel yang bertugas di lapangan dilarang membawa senjata api, gas air mata, maupun senjata tajam. Ini adalah komitmen pelayanan yang mengedepankan keselamatan dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
"Selain itu, seluruh personel di lapangan dilarang membawa senjata api, gas air mata maupun senjata tajam, sebagai bentuk komitmen pelayanan yang mengutamakan keselamatan dan pendekatan persuasif kepada masyarakat," tegas Kombes Pol Budi Hermanto.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan juga memberikan rasa nyaman dan pengalaman terbaik bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan berkelas dunia ini.
"Personel di lapangan akan melayani dengan humanis serta siap membantu siapa pun yang membutuhkan pertolongan," pungkas Budi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Dijaga Ketat 1.500 Ribu Aparat, Begini Pengamanan Berlapis Konser BLACKPINK di SUGBK Jakarta
-
Rundown Lengkap Konser Blackpink di Jakarta, Jangan Sampai Ketinggalan!
-
Pecah! Lisa BLACKPINK Buat Saham SAMG Entertainment Meroket Drastis
-
Jisoo BLACKPINK Bicara Soal Akting dan Cinta di Wawancara Vanity Fair
-
Penting Buat Peserta Jakarta Running Festival 2025! Ini 9 Titik Parkir di Sekitar GBK yang Disiapkan
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
-
Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data
-
Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo
-
Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber
-
MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program